117. Penjelasan perumpamaan tentang penabur (13:18-23)

Ditaburkan di tanah yang berbatu-batu – 13:20
Ada manusia yang hatinya keras, mirip batu.

Tetapi ia tidak berakar – 13:21
Ungkapan ini harus dibaca sebagai metafor mengenai “kemantapan” yang tidak ada pada manusia tertentu; kabar itu tidak berakar dalam hati mereka.

Tahan sebentar saja – 13:21
Dalam teks aslinya di sini dipakai ungkapan yang hanya tercatat lagi dalam Mrk 4:17 (paralel!) dan dalam 2Kor 4:18 dan Ibr 11:25. Ada yang percaya sebentar saja.

Apabila datang penindasan atau penganiayaan – 13:21
Matius bicara tentang penindasan dalam 24:9.21.29 juga.
Kata penindasan bermakna umum, sedangkan aniaya mengacu kepada suatu aksi yang khusus. Maka, aniaya karena firman searti dengan “orang dianiaya karena ia mempercayai amanat Yesus.” Sama seperti dalam ayat 19, kata firman berarti “amanat.”

Orang itu pun segara murtad – 13:21
Aslinya, ia langsung tersandung.
Kata tersandung dalam arti yag sama muncul juga d alam 24:10; Mrk 4:17; 14:27.29; Yoh 16:1. Orang yang “langsung tersandung,” pasti berhenti percaya, membuag imannya, murtad.

Ditaburkan di tengah semak duri – 13:22 – (13:7)

Kekhawatiran dunia dan tipu daya kekayaan – 13:22
Matius bicara di sini mengenai kekhawatiran yang biasa timbul dalam hidup sehari-hari dan yang sangat sulit dihindari atau malah tidak dapat dihindari. Kekhawatiran itu tidak jelek dengan sendirinya, tetapi dapat menjadi “jahat,” bila menguasai manusia.
Manusia yang membiarkan diri terlalu dirayu oleh kekayaan, pasti akan terperangkap olehnya, dalam arti tertipu, sehingga akhirnya dikuasai olehnya.

Tidak berbuah – 13:22
Amanat Yesus tidak dapat menghasilkan apa-apa dalam diri manusia yang membiarkan diri ditaklukkan oleh kekhawatiran dan tipu daya kekayaan