116. Penjelasan perumpamaan tentang penabur (13:18-23)

Karena itu dengarlah arti perumpamaan – 13:18
Teks aslinya agak berbeda, yaitu, Maka kalian, dengarlah perumpanaan tentang penabur itu. Dalam teks asli tidak muncul kata arti. Kata kalian pada awal ucapan ini dipakai sebagai penegasan, seperti dalam ayat 16, tetapi ditujukan kepada murid-murid Yesus. Yesus memang tidak mau memperkenalkan suatu perumpamaan baru. Ia hanya menghimbau, supaya perumpamaan tentang penabur dipahami dengan tepat, sehingga kata arti yang diselipkan di sini dalam teks Indonesia, sah-sah saja.

Yang mendengar firman tentang Kerajaan – 13:19
Ungkapan firman tentang Kerajaan harus diartikan sebagai “amanat tentang Kerajaan Allah,” atau “kabar baik bahwa Allah ingin menegaskan Kerajaan-Nya.”

Tetapi tidak mengertinya – 13:19
Artinya: Tidak memperhatikan amanat itu secara serius untuk benar-benar memahaminya; tidak berusaha memahaminya secara setulus hati.
Dalam bicara selanjutnya Yesus mengacu kepada kehendak para pendengar-Nya!

Datanglah si jahat – 13:19
Dalam ayat paralelnya, Markus bicara tentang Iblis (Mrk   4:15). Memang Setan sendiri dimaksudkan oleh Matius pula. Bacalah komentar pada Mat 4:1

Merampas yang ditaburkan dalam hati – 13:9
Hati, seperti dikatakan di atas, dipandang sebagai pusat pikiran dan kehendak. Sabda/amanat Tuhan memang ditaburkan ke dalam hati manusia, serupa dengan benih yang ditaburkan ke dalam tanah. Kegagalan terjadi dalam hati manusia.
Kata ditaburkan adalah pasif biblis; subyeknya ialah Allah sendiri. Allah menaburkan atau menanamkan sabda-Nya dalam diri manusia.

Yang ditaburkan di pinggir jalan – 13:19
Perumpamaan Yesus ini dapat dipahami, hanya bila “tanah” dipahami sebagai “pendengar.” Ada manusia yang serupa dengan “jalan setapak” bagi benih/sabda yang ditaburkan.