Minggu, 8 Agustus 2021 – Pekan Biasa XIX ; St. Dominikus

B-252 – 1Raj 19:4-8 – “Cukuplah itu! Sekarang, ya Tuhan, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik daripada nenek moyangku” (ay 4)

KEPUTUSAN YANG MEMBAWA ORANG KEPADA ALLAH

  1. Elia berusaha membaharui semangat perjanjian Musa. Oleh karena itu ia ditolak oleh rakyat dan raja. Lalu ia dihinggapi rasa putus asa. Elia ingin mati saja (ay 4). Di tengah-tengah depresi mental ini, Elia melihat sepotong roti bakar dan sebuah kendi berisi air (ay 6). Kedua barang ini muncul di sampingnya secara ajaib. Maka teringatlah ia akan manna di padang gurun dan air yang memancar dari batu karang. Ia teringat akan pencobaan besar yang dialami Israel di zaman dahulu! Lalu ia melanjutkan perjalanannya melalui padang gurun sampai ke gunung, tempat Allah memperkuat Musa dalam tugasnya.
  2. Pelajaran teks ini cukup jelas. Bagaimanakah mungkin seorang Kristen dapat berjumpa dengan Allah, selama ia yakin bahwa ia sudah memiliki “kebenaran” dan “kesucian’? Perlu, supaya pada suatu hari runtuhlah segala keyakinan dan jaminannya, agar Allah perjanjian dapat menyatakan diri sepenuh-penuhnya kepadanya.

Yoh 6:41-51 – “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia” (ay 51)