115. Pengajaran dalam perumpamaan (13:10-17)

Pada mereka genaplah nubuat Yesaya – 13:14
Selanjutnya Matius menyajikan “kutipan penggenapan.” Bacalahkembali komentar pada Mat 1:22.
Kutipan ini diambil dari Yes 6:9-10 versi Septuaginta/Yunani dan sama dengan yang muncul dalam Kis 28:26+. Matius berkali-kali menyajikan kutipan dari PL, tetapi hanya kutipan ini saja – menurut dia – diucapkan oleh Yesus sendiri. Kutipan ini disajikan oleh Matius tanpa perubahan dan tidak ada dalam Injil lain. Matius memang sangat mementingkan kutipan dari PL.

Kamu akan mendengar … namun tidak mengerti – 13:14
Gagasan-gagasan yang sudah dikemukakan dalam ayat 13 tadi (sehubungan dengan mata dan telinga), dikemukakan lagi, tetapi dalam bentuk kutipan, sehingga dimaksudkan sebagai penegasan.
Aslinya teks ini berbunyi begini, “Dengan telinga akan kalian dengar, namun tidak paham.”

Hati bangsa ini telah menebal – 13:15
Hati dipandang sebagai pusat pemikiran dan kehendak manusia. Bacalah komentar pada Mat 5:28.
Dikatakan bahwa hati itu menebal dalam arti “lamban untuk belajar,” “tak mampu belajar.”

Telinganya berat mendengar – 13:15
Maksudnya bukan bahwa telinga itu cacat secara fisik, melainkan “tidak mau mendengar,” “berhenti mendengar.”
Para pendengar memandang ajaran Yesus terlalu berat untuk dilaksanakan, sehingga mereka tidak berusaha mendengarkannya lagi.

Matanya melekat tertutup – 13:15
Maksudnya serupa dengan yang tadi dikatakan sehubungan dengan telinga: Mereka tidak mau memandang lagi; mereka sengaja memejamkan mata!

Supaya jangan … berbalik – 13:15
Ungkapan ini dimaksudkan sebagai penegasan kontras antara kalimat terdahulu dengan kalimat yang menyusul. Sehabis untkapan ini menyusul kalimat yang isinya diurutkan terbalik dengan yang dikatakan dalam ayat 15 sehubungan dengan mata, telinga.
Kata berbalik searti dengan “bertobat” atau “kembali kepada Allah.”

Sehingga Aku menyembuhkan mereka – 13:15
Kata Aku dalam kutipan ini mengacu kepada Allah yang berbicara melalui Nabi Yesaya.
Allah mau menyembuhkan manusia bukan secara fisik saja melainkan terutama secara rohani. Justru kata terakhir dalam kutipan ini sangat penting: Allah tidak pernah mau merugikan manusia!

Berbahagialah matamu – 13:16
Kata berbahagialah ini dapat diartikan sebagai berikut: Allah sungguh berbaik hati kepada kalian yang …; sungguh mujurlah orang yang membuka mata untuk melihat, membuka telinga untuk mendengar apa yang disampaikan Allah walaupun sabda Allah sering kali berbeda sekali dengan yang dipikirkan manusia.

Banyak nabi dan orang benar – 13:17
Ungkapan orang benar untuk pertama kali dipakai Matius dalam 1:19. Artinya sama dengan “manusia yang melakukan kehendak Allah.”
Kebenaran adalah tema kecintaan Matius!