114. Pengajaran dalam perumpamaan (13:10-17)

Siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi – 13:12
Ucapan Yesus ini sulit dipahami (ucapan sama ada dalam 25:29; Mrk 4:25; Luk 8:18). Ini semacam pepatah yang serupa dengan yang biasa dipakai oleh guru-guru Yahudi. Mereka suka berkata bahwa Allah memberi kebijaksanaan kepada orang-orang bijak, tetapi tidak memberinya kepada orang bodoh. Di sini ucapan ini mengacu kepada para rasul/murid yang menerima suatu paham tentang cara Allah berkarya, dan mereka akan diberi paham yang lebih mendalam lagi. Tetapi, orang-orang lain justru menolak paham itu, sehingga pada saat penghakiman final Allah akan mengambilnya lagi.
Kata karena yang membuka ucapan Yesus ini menunjukkan adanya hubungan antara ayat 11 dan ayat 12. Supaya maksud kalimat ini lebih jelas, diusulkan supaya sesudah kata mempunyai ditambah kata “paham.”

Sehingga ia berkelimpahan – 13:12
Maksudnya: Orang yang diberi (paham), akan menerima lebih daripada cukup.

Siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil daripadanya – 13:12
Kalimat ini bertentangan dengan logika. Sebab yang tidak mempunyai, memang tidak punya apa-apa, sehingga tidak dapat diambil apa-apa pun daripadanya.
Namun, kalimat ini harus dilihat dari sudut cara bicara orang Yahudi dan dari sudut gaya bahasa perumpamaan. Di sini, orang yang tidak punya, punya sedikit sekali.
Kata akan diambil mengacu kepada Allah.
Ucapan Yesus ini jangan diterapkan pada situasi ekonomi seseorang (walaupun sering tepat juga!), melainkan pada keadaan spiritual. Yesus mau berkata begini, “Bila engkau membuka diri dalam iman dan mengandalkan rencana penyelamatan Allah, maka engkau cepat akan semakin mengerti. Tetapi, kalau engkau menutup diri, maka engkau cepat akan kehilangan tawaran.”

Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam peprumpamaan – 13:12
Kalimat ini meneruskan jawaban Yesus aas pertanyaan yang dikemukakan dalam ayat 10.
Dalam ayat 11-12 Yesus mengkontraskan mereka yang punya pahan dengan mereka yang tidak memilikinya. Di sini Ia memusatkan perhatian pada mereka yang tidak paham.
Dilihat dari kutipan dalam ayat 14-15, orang-orang tertentu tidak paham sebab mereka memang tidak mau paham.

Sekalipun melihat, mereka tidak melihat – 13:13
Aslinya, Biarpun bermata, mereka tidak melihat.

Sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti – 13:13
Aslinya, Biarpun bertelinga, mereka tidak mendengar dan tidak paham.
Ungkapan tidak mendengar dan tidak mengerti searti dengan “tidak mengerti sama sekali.”