113. Pengajaran dalam perumpamaan (13:10-17)

(bacalah teks panjang ini terlelbih dahulu!)

Datanglah murid-murid-Nya – 13:10
Di atas sudah dijelaskan bahwa murid-murid itu barangkali berdiri dekat perahu. Tetapi, ada kemungkinan pula bahwa mereka sudah di dalam perahu, lalu mendekati Yesus.
Baik Matius maupun Lukas (Luk 8:9) mencatat bahwa selanjutnya Yesus berbicara kepada murid-murid saja. Tetapi, menurut Markus (Mrk 4:10), Yesus berbicara kepada kedua belas dan orang-orang sekelilingnya.
Tentang murid dalam Injil Maius bacalah komentar pada Mat 5:1. Di sini dimaksudkan kedua belas rasul atau pengikut-pengikut yang sudah akrab dengan Yesus. Ia menyingkapkan misteri Kerajaan Allah kepada orang-orang pilihan-Nya saja. Lebih tepat, bila kata murid di sini diartikan sebagai kedua belas.

Mengapa Engkau berkata-kata … dalam perumpamaan – 13:10
Dalam teks paralelnya, Markus mencatat, “Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu” (Mrk 4:10).
Pertanyaan mereka umum sekali. Menurut teks paralel dalam Injil Lukas, mereka mempertanyakan “maksud perumpamaan” (Luk 8:9).

Jawab Yesus – 13:11
Aslinya: “Sambil menjawab, Ia berkata kepada mereka.” Kata mereka di sini mengacu kepada kelompok kedua belas/pengikut akrab, bukan kepada khalayak.

Kepadamu diberi karunia – 13:11
Dalam teks aslinya tidak muncul kata karunia! Kata diberi harus dibaca sebagai pasif biblis dalam arti: Allah telah memberi kalian pengenalan …

Untuk mengetahui rahasia Kerajaan Surga – 13:11
Baik Lukas maupun Markus (Luk 8:10 dan Mrk 4:11) bicara di sini tentang rahasia-rahasia, tetapi Markus bicara tentang “rahasia” dalam bentuk tunggal. Matius bicara tentang “rahasia-rahasia” dalam arti ‘rahasia-rahasia mengenai Kerajaan Surga yang mencakup berbagai aspek.’
Kata rahasia sering muncul dalam sastra apokaliptik, tetapi di situ dimaksudkan rahasia yang Allah sembunyikan pada umumnya dan yang Ia singkapkan kepada orang-orang pilihan saja. Dalam tulisan-tulisan apokaliptik, rahasia biasanya menyangkut peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan akhir zaman, misalnya kebangkitan, penghakiman akhir, kerajaan Mesias, kekekalan jiwa, dst.
Berdasarkan berbagai sumber dapat disimpulkan bahwa kata rahasia-rahasia mengacu kepada rencana Allah yang berkaitan dengan sejarah dan dengan kemenangan-Nya atas kuasa-kuasa jahat. Semuanya itu memang tersembunyi bagi manusia.
Penjelasan tentang Kerajaan Surga dapat dibaca pada Mat 3:2. Rahasia Kerajaan Surga ialah rahasia tentang cara Allah menegakkan kuasa-Nya di bumi.

Kepada mereka tidak – 13:11
Aslinya, “kepada mereka itu tidak diberi.”
Kata diberi ini mengacu kepada Allah sebagai subyek. Rahasia itu tidak “diberi” kepada masyarakat pada umumnya, artinya disembunyikan.