110. Perumpamaan tentang penabur (13:1-9)

Pada hari itu – 13:1
Ungkapan ini dimaksudkan sebagai penghubung antara teks terdahulu dengan yang menyusul (Mat 22:23).

Keluarlah Yesus dari rumah itu – 13:1
Kata rumah ini mengingatkan rumah yang disebut dalam Mrk 3:19. Walaupun sebelumnya Matius tidak memberitahukan tempat keberadaan Yesus pada waktu itu (hal yang sama harus dikatakan tentang Mat 12:22-32). Ia tentu memikirkan suatu rumah tertentu.

Duduk di tepi danau – 13:1
Yesus sedang duduk di tepi danau Galilea. Yesus lebih suka berelasi dengan manusia di alam terbuka daripada di ruangan tertutup.
Di sini muncul kata duduk. Karena guru-guru Yahudi biasanya duduk pada waktu mengajar, maka diduga bahwa Yesus pun mengajar di pantai danau. Namun, seperti dikatakan dalam  Pengantar di atas, Matius justru menghidari kata “mengajar” dalam teks ini. Dalam 13:3 ditegaskan bahwa Yesus membicarakan banyak hal dalam bentuk perumpamaan!

Orang banyak berbondong-bondong dan mengerumuni – 13:2
Orang banyak datang, sebab meereka siap mendengarkan Yesus. Dengan demikian terciptalah situasi serupa dengan yang terjadi dulu di Bukit (Mat 4:25-5:1).

Naik ke perahu – 13:2
Yesus naik perahu untuk lebih mudah didengar oleh khalayak yang terhimpun.
Berdasarkann berita dalam ayat 10 dapat disimpulkan bahwa murid-murid Yesus naik ke dalam perahu itu baru kemudian. Pada waktu Yesus menyampaikan perumpamaan, mereka mungkin berdiri sekeliling perahu.

Orang banyak semuanya berdiri di pantai – 13:2
Menurut catatan ini orang banyak pun berdiri, barangkali di pinggir danau.

Banyak hal dalam perumpamaan – 13:3
Kata perumpamaan aslinya searti dengan “perbandingan.” Tetapi, arti asli kata perumpamaan sebaiknya dicari dalam bahasa Ibrani, bukan dalam bahasa Yunani.
Kata Ibrani yang ada di balik kata Yunani parabole mempunyai macam-macam arti, yaitu: Pepatah, ungkapan jitu, alegori, dongeng, perbandingan, teka-teki, juga perumpamaan. Berdasarkan studi terhadap berbagai perumpamaan, para ahli masa kini sependapat bahwa perumpamaan bertujuan menyampaikann hanya satu pokok saja sehubungan dengan berbagai aspek Kerajaan Allah.
Perumpamaan dipakai bukan oleh Yesus saja, melainkan juga oleh guru-guru Yahudi lain. Tetapi, guru-guru Yahudi selalu langsung melengkapi perumpamaan dengan suatu penjelasan. Yesus justru tiak melakukannya. Ia menghimbau supaya para pendengar sendiri  berusaha menangkap makna perumpamaan-Nya, lalu menanggapinya secara tepat.
Setiap perumpamaan yang dapat dibaca dalam Injil mencerminkan konteks kehidupan yang dialami Yesus sendiri maupun konteks kehidupan yang dialami oleh para penulis Injil (beberapa puluh tahun kemudian!).
Perumpamaan-perumpamaan ciptaan Yesus penuh kuasa dan mudah diingat, sehingga sering diambil alih begitu saja olehj para penulis Injil, lalu diterapkan pada situasi yang mereka hadapi semasa hidup mereka. Akibatnya, makna asli perumpamaan sulit ditebak. Selain itu perlu diingat bahwa masing-masing Injil tercipta daam siatuasi yang berbeda-beda, sehingga biarpun para penulisnya menggunakan perumpamaan yang tampaknya sama, tujuannya tidak sama! Maka, untuk menangkap makna perumpamaan apa saja, perlu dengan seksama memperhatikan gagasan-gagasan utama masing-masing penulis Injil serta keseluruhan tulisannya, bukan sepotong-sepotong saja.

Adalah seorang penabur – 13:3
Aslinya, “Lihatlah, penabur keluar untuk menabur.”

Seorang penabur keluar untuk menabur – 13:3
Penabur itu tentu saja seorang petani (para pendengar perumpamaan ini sehari-hari bekerja sebagai petani!). Tidak dikatakan apa yang ditaburkannya, namun pastilah sejenis benih, mungkin gandum atau jelai. Jelai sering ditaburkan oleh petani miskin.

Penabur itu disebut di sini saja, lalu menghilang dari cerita. Peranannya satu saja: Menabur.