Minggu, 1 Agustus 2021

B-245 – Kel 16:2-4.12-15 – “Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun” (ay 2)

MANNA, SEBUAH PENCOBAAN

  1. Ini sebuah kisah mengenai ‘mujizat’ manna yang disusun di zaman sesudah pembuangan. Tahap-tahap penyusunan kisah ini dapat digambarkan sebagai berikut: Sebuah peristiwa alamiah yang memang luar biasa, ditanggapi oleh bangsa Israel sebagai tanda perlindungan Allah; tanda itu diberikan Allah untuk memperkuat iman umat-Nya. Lambat laun mulailah beredar tradisi, bahwa manna merupakan makanan harian pokok bagi bangsa Israel di padang gurun. Tradisi ini memang cocok sekali dengan tujuan penyusun kisah ini, yang ingin menyatakan, bahwa apa yang dialami Israel di padang gurun, sebenarnya merupakan pencobaan terhadap iman mereka (ay 4). Allah menuntun umat-Nya dengan setia. Hari demi hari. Sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing. Tetapi Allah tidak setuju, bahwa umat-Nya mau menjamin hari esok dengan siasatnya sendiri ataupun menoleh ke belakang. Manna mengajarkan orang-orang Israel bersikap tetap ‘miskin.’
  2. Memang, iman melibatkan manusia dalam suatu petualangan. Bila selama petualangannya manusia ingin merasakan kehadiran Allah di sampingnya, maka setiap hari ia harus setia kepada-Nya.

Yoh 6:24-35 – “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi” (ay 35)