108. Mendengar dan Mengerti Sabda Tuhan (Mat 13:1-23)

(bacalah teks yang panjang ini terlebih dahulu dengan baik ya!)

Bab perumpamaan
Seluruh bab 13 Injil Matius berisi perumpamaan-perumpamaan dan berperan sebagai wejangan ketia dalam Injil ini (jumlah seluruhnya:5). Bersamaan dengan bab ini mulailah situasi dramatis dalam karya Yesus: Ia tidk diterima oleh saudara-saudara sebangsa-Nya. Ia tidak dipahami. Asal-usul dan alasan-alasan situasi tradis ini dibahas dalam bab ini dalam bentuk perumpamaan.

Perumpamaan menurut Markus
Menurut Markus, pengajaran berupa perumpamaan merupakan salah satu sarana yang dipakai Allah untuk “membutakan bangsa pilihan itu.” Bukan dalam arti bahwa perumpamaan-perumpamaan itu tidak dapat dipahami, melainkan karena merupakan teka-teki bagi mereka yang tidak diberi misteri kerajaan Allah (Mrk 4:11). Jadi, perumpamaan-perumpamaan memperparah keadaan bangsa Yahudi dan menjadi sarang penghakiman. Namun, Markus menegaskan pula bahwa wahyu tentang Kerajaan Allah diberikan kepada sekelompok pilihan Allah, yaitu kepada kedua belas rasul dan sejumlah orang dekat dengan mereka (Mrk 4:10).

Perumpamaan menurut Matius
Lain halnya dengan Matius. Ia tidak mau mengatakan bahwa Yesus mengajar sambil menggunakan sarana “perumpamaan.” Menurut dia Yesus bicara kepada khalayak dalam perumpamaan! Dan nuansa ini penting. Dengan cara ini Matius menegaskan bahwa Yesus sama sekali tidak mau “membutakan” para pendengar-Nya. Justru sealiknya, Yesus bicara dalam perumpamaan, seab khalayak itu buta! Dengan demikian tergenapilah nubuat Yes 6:9+
Berbeda dengan Markus pula, Matius menyingkirkan segala teguran yang dapat diartikan sebagai bukti ketidakpahaman murid-murid Yesus (Mat 13:8 dengan Mrk 4:13); ia malah memandang murid-murid Yesus sebagai orang-orang pertama yang mendengarkan sabda dan memahaminya (13:11).
Dengan mamanfaatkan bahan dari Mrk 4:1-34 dan sumber-sumber lain yang tidak jelas, Matius menyusun bab 13 Injilnya denga pandai sekali. Tampak bahwa ia seorang penulis sejati, bukan hanya kompilator