107. “Marilah kepada-Ku” (11:28-30)

Ayat 29 – “Pikullah gandar yang Kupasang dan belajarlah kepada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”
Ayat 30 – “Sebab gandar yang Kupasang itu menyenangkan dan beban-Ku pun ringan.”

Pikullah gandar yang Kupasang
Aslinya ungkapan ini sebaiknya diterjemahkan: Pasanglah beban-Ku atas dirimu dan belajarlah dari Aku.
Ungkapan ini searti dengan “patuhlah,” “taatlah kepada-Ku,” “terimalah tugas yang Kuberikan kepada kalian.”
Kata beban mengacu kepada gandar/kuk yang biasanya dipasang pada leher keledai/lembu agar dapat menarik kereta ataupun dapat dipakai untuk membajak. Lewat ungkapan macam ini Yesus mengundang orang untuk menyerahkan diri kepada-Nya, dalam arti menerima-Nya sebagai penuntun hidupnya.
Setiap orang yang beguru pada Yesus, dapat berjumpa dengan-Nya secara pribadi dan langsung. Semua perantara selama ini, biarpun jumlahnya banyak, tidak sebanding dengan Guru satu-satunya yang bernama Yesus. Ia pengganti Allah, sebab Bapa telah mempercayakan segala sesuatu kepada Putra-Nya. Dialah kebijaksanaan/Himmat sejati (Mat 11:19) bagi semua manusia yang datang kepada-Nya, termasuk pada pemungut cukai dan orang berdosa.
Kata belajarlah mengacu kepada jenis ketaatan yang diminta oeh Yesus. Dalam konteks ini kata ini dapat diartikan begini: Belajarlah apa artinya menjadi murid-Ku; belajarlah menerima Aku sebagai Tuhan, lalu kalian akan mengerti bahwa Aku ini lembut dan rendah hati.

Lemah lembut dan rendah hati
Kata rendah hati dalam Injil muncul di sini saja. Kata serupa muncul dalam 18:4 dan 23:12 (dua kali). Seluruh ucapan Yesus ini secara bebas dapat juga diterjemahkan begini: Aku tidak akan menyusahkan kalian, Aku tidak menyepelekan siapa pun.

Jiwamu akan mendapat ketenangan
Maksudnya bukan ketenangan kekal (di surga) melainkan “kelegaan.” Yang akan tenang/lega ialah jiwa, artinya diri manusia seutuhnya. Inilah cara bangsa-bangsa Semit bicara tentang diri sendiri.

Gandar yang Kupasang itu menyenangkan dan beban-Ku pun ringan
Kata beban dipakai juga dalam 23:4 dan dalam Luk 11:46; Kis 27:10; Gal 6:5. Gandar yang dipasang Yesus pada para murid-Nya mudah dipikul dan tidak pernah merugikan pemikulnya. Maksudnya: Jalan yang akan mereka tempuh dalam bimbingan-Nya, mudah diikuti.
Orang-orang Yahudi biasa bicara tentang Hukum Musa sebagai beban/gandar/kuk.