Jumat, 23 Juli 2021

B-236 – Kel 20:1-17 – “Akulah Tuhan , Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.” (ay 2)

ALLAH MEMBERI PERINTAH

  1. Yang secara khusus hendaknya diperhatikan dalam Kesepuluh Firman Allah (Dekalog) ialah perumusannya: “Berbuatlah begini; jangan berbuat begitu.” Bangsa Israel diperlakukan seperti raja taklukan yang terikat pada penakluknya dengan sebuah kontrak perjanjian. Dalam kontrak tersebut kehendak penakluk diuraikan secara terperinci.
  2. Iman bangsa Israel tidak bercita-cita menciptakan suatu hukum etika yang dapat berlaku untuk segala manusia di segala zaman. Kesepuluh Firman Allah merupakan bagi Israel sebuah sarana yang membantu mereka mengenal kehendak pribadi Allah untuk dapat bersekutu dengan-Nya. Dalam hal inilah terletak intisari Kesepuluh Firman Allah yang tercantum dalam Alkitab. Dan tidak pentinglah bahwa kebanyakan perintah yang disebut dalam Dekalog, dikenal oleh bangsa-bangsa lain di luar bangsa Israel juga.
  3. Demikian pun halnya dengan keorisinilan ajaran moral Kristen. Perintah Allah yang dinyatakan dalam Yesus Kristus adalah perintah kasih; Perintah itu harus dilihat sebagai Firman Allah yang ditujukan kepada “aku” terdalam setiap manusia. Firman itu tidak mungkin tumbuh berkembang, selain dalam iklim perjanjian dan persekutuan dengan Allah.

Mat 13:18-23 – “Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enampuluh kali lipat, ada yang tipuluh kali lipat” (ay 23)

Leave a Reply