102. Yesus, Bapa-Nya, dan Orang Letih Lesu (Yesus, Bapa-Nya, dan Orang Letih Lesu)

(bacalah teks tersebut dengan baik dan cermat!)

Injil Komuni pertama?
Injil ini sering kali dikutip, karena berisikan beberapa ayat yang tampaknya efektif dalam karya pastoral, misalnya “Aku akan memberi kamau istirahat,” yang diartikan secara agak dangkal sebagai kenyamanan/kebahagiaan batin, ataupun “Aku lembut dan rendah hati” yang suka dikutip pada saat komuni pertama untuk meyakinkan anak-anak, betapa “manisnya” Tuhan. Tetapi, yang harus diperhatikan bahwa dalam teks ini muncul pula tuntutan tegas Yesus berupa, “Pikullah gandar yang Kupasang,” yang searti dengan “Jadilah hamba Kerajaan Allah dengan mengikut Yesus.”

Teks dalam konteksnya
Waktu mempelajarinya, dapat saja muncul pertanyaan ‘Sejauh manakah teks ini berkaitan erat dengan konteksnya?’ Sebab teks ini tampak bagaikan semacam “pulau” terisolasi. Yesus bicara tentang “Hal” yang disembunyikan Bapa terhadap yang bijak dan cendekia, tetapi dalam konteksnya tidak dijelaskan hal apakah itu.
Harus diakui bahwa teks ini termasuk konteks konkret, yaitu Mat 11-13. Pada awalnya muncul pertanyaan Yohanes Pembaptis tentang identitas Yesus. Nabi itu mempertanyakan “karya-karya” yang dilakukan Yesus (11:2), khususnya di Kafarnaum dan sekitarnya (11:23+). Karya-karya itu tampaknya belum cukup meyakinkan Yohanes untuk mengakui Yesus sebagai “yang datang itu.” Tetapi, Yesus menyampaikan kepadanya wahyu tentang apa yang penting dalam rencana Allah menurut Kitab Suci (=PL). Yohanes seharusnya menyimpulkan sendiri bahwa Yesuslah Mesias sejati dan bahwa zaman Mesias telah diinaugurasikan oleh-Nya.

Yang bijak dan pandai
Walaupun demikian, ada cukup banyak pihak yang tidak mau mengakui karya-karya Yesus itu! Mereka disebut “angkatan ini,” dan sebutan ini diterapkan oleh Yesus kepada para penduduk Khorazim, Betsaida, dan Kaparnaum (11:20-24), lalu kepada sekelompok ahli-ahli Taurat dan orang Farisi (12:42). Mereka tidak mau bertobat. Mereka menaruh syak wasangka sampai menolak (11:6; 13:57), sehingga nasib mereka akan tragis pada Hari Penghakiman (11:22-24; 12:36-40). Mereka akan dikucilkan dari Kerajaan Surga. Bagi mereka karya-karya Kristus tetap tinggal “tersembunyi” (13:35.44). Mengapa? Justru karena mereka “bijak dan pandai” (11:25).

Identitas Yesus

Namun, bagaimana pun juga,  “karya yang benar” ialah karya Kebijaksanaan ilah, yaitu karya yang menggenapkan rencana Allah (11:2-5). Karya itu menyatakan identitas Yesus. Dialah orang yang “datang itu.”  Dia lebih besar dari Yunus (12:40), dari Salomo (12:42), dari Bait Suci sendiri (11:25+). Allah menyatakannya kepada yang miskin (11:5), orang-orang kecil (11:25), yang menangis karena berbeban berat (11:28). Bagi mereka tersedia bukan hukuman atau pengucilan melainkan justru istirahat/ketenangan (11:29).

Teks sentral
Dengan memperhatikan konteks ini mudah dibenarkan bahwa teks ini bukan sebuah “pulau tersendiri” melainkan justru suatu teks sentral, kunci seluruh konteksnya. Melalui teks ini pembaca diberitahu, mengapa Yesus  adalah “Dia yang datang itu,” mengapa Ia lebih besar dari Yunus, Salomo, dan Bait Suci, mengapa Ia melakukan mukjizat-mukjizat ataupun membenarkan Kebijaksanaan, mengapa Ia menyatakan hal-hal tersembunyi kepada orang miskin dan memberi kelegaan kepada mereka, dan akhirnya, mengapa orang yang bersikap anti orang miskin tidak sampai-sampai kepada wahyu sehingga menjadi sasaran penghakiman keras.

Teks ini dan Luk 10:12+
Sebagai pelengkap, sebaiknya diperhatikan bahwa dua bagian pertama teks Matius ini agak paralel dengan teks Lukas 10:21-22, tetapi di situ konteksnya sama sekali lain. Dalam Injil Lukas, kedua ayat itu berperan sebagai penutup kisah tentang pengutusan ke-72 murid Yesus.  Orang kecil – dalam teks Lukas – disamakan dengan para misionaris/murid Yesus, sebab kepada merekalah Bapa menyatakan hal-hal tersembunyi dan akhir kuasa Setan (10:17-19) sebagai tanda bahwa Kerajaan Allah hadir di antara mereka. Lukas bicara tentang karya Yesus melalui para utusan-Nya (tahap pengolahan kedua), sedangkan Matius – tentang karya Yesus sendiri  (tahap pengolahan pertama). Karena itulah ungkapan Matius tentang orang kecil tidak terbatas pada para utusan Yesus saja, tetapi lebih luas maknanya.

Pembagian teks ini
Teks ini dapat dibagi dua:
11:25-27 –   Ungkapan syukur kepada Bapa;
11:28-30 –   Ajakan untuk datang kepada Yesus.

Leave a Reply