101. Siapakah Yohanes? (11:7-11)

Tidak pernah tampil – 11:11
Maksudnya: tidak pernah tampil di panggung sejarah.
Yohanes Pembaptis dibandingkan di sini dengan keseluruhan umat manusia; di antara mereka yang pernah hidup, tidak ada yang lebih besar/penting daripadanya. Umat manusia yang dikontraskan dengan Yohanes itu aslinya disebut Mereka yang dilahirkan oleh perempuan. Ungkapan yang asing bagi telinga manusia masa sekarang ini justru tradisional dan bermakna mendalam, yaitu: manusia sebagai makhluk yang amat rapuh dan malang; hidupnya sebentar saja. Manusia yang lahir dari perempuan singkat umurnya dan penuh kegelisahan (Ayb 14:1).
Dapat diduga bahwa ungkapan biblis ini dipilih oleh Matius dengan sengaja. Sebab mempersiapkan kontras selanjutnya, yaitu,

Terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar – 11:11
Pernyataan ini diartikan dengan berbagai cara. Timbul kesan bahwa melalui pernyataan ini Yohanes Pembaptis, yang baru saja disebut nabi, bahkan lebih dari nabi, dapat saja tidak tertampung dalam Kerajaan Allah. sehingga nasibnya lebih buruk daripada yang dialami Abraham, Ishak, dan Yakub.
Salah satu pendapat yang tersebar luas mengartikan ayat ini secara menarik namun keliru. Menurut para pendukungnya, ayat ini memperlawankan dua jenis karya penyelamatan. Yohanes adalah tokoh terbesar “orde lama,” tetapi ia lebih rendah kedudukannya daripada mereka yang termasuk “orde baru” yang dimulai oleh Yesus. Pendapat ini didukung pula oleh tafsir bahwa Yohanes adalah orang “terbesar” yang lahir dari wanita, tetapi ia paling kecil di antara orang-orang Kristen yang pasti lebih superior daripadanya! Tafsir ini jelas salah, sebab menyamakan Kerajaan Allah dengan Gereja!
Pernyataan ini harus diartikan menurut patokan yang berlaku bagi paralelisme antitetik yang berisikan dua bagian yang sejajar. Memang tepat kalau dikatakan bahwa yang paling besar di antara manusia – dalam kondisi duniawi ini – lebih rendah daripada “yang terkecil” dalam Kerajaan Surga. Ada dua macam “ranking” kebesaran, tetapi hanya “ranking” jenis kedualah yang tepat, yaitu bukan yang berlaku di bumi ini (menurut “ranking” duniawi, Yohanes memang terbesar), melainkan yang berlaku dalam Kerajaan Surga (hak-hak ataupun kedudukan yang dinikmati manusia di bumi, sama sekali tidak sebanding dengan yang dinikmati di Surga!). Interpretasi ini sama sekali tidak mengucilkan Yohanes dari Kerajaan Sorga!
Kontras ini disengaja. Selaku utusan Allah, Yesus tidak datang untuk bicara tentang kedudukan Yohanes Pembaptis, melainkan untuk memaklumkan Kerajaan Surga. Yohanes memang besar/penting, bahkan sangat penting. Tetapi, apa arti semuanya itu dalam perspektif Kerajaan Allah? Maka, manusia janganlah terpaku pada Yohanes! Manusia harus memperhatikan Kerajaan Allah yang datang kepadanya dalam kondisi yang sama sekali tidak terduga. Kerajaan itu justru terbuka bagi semua orang, termasuk yang terkucil, bodoh, berdosa, tertindas … Daripada mengagumi Yohanes, hendaknya manusia berbuat apa saja untuk menggapai Kerjaan Allah!

Leave a Reply