100. Siapakah Yohanes? (11:7-11)

Melihat nabikah – 11:9
Ya, khalayak berbondong-bondong menuju gurun untuk melihat … seorang nabi sejati dalam diri Yohanes. Dengan berkata demikian, Yesus tidak menyatakan pendapat-Nya sendiri. Ia hanya mengutip pendapat umum yang didengar-Nya berkali-kali (Mat 14:5; 21:26) dan Ia membenarkan pendapat itu.
Memang, Yohanes menerima misinya dari “Surga” (Mat 21:25). Ia memang utusan Allah, pembawa amanat-Nya. Maka, dalam arti tertentu ia seorang pilihan istimewa Allah, sehingga gelar umum nabi terasa terlalu kurang istimewa baginya. Itulah sebabnya, Yesus berkata, …

Bahkan lebih daripada nabi – 11:9
Lebih dalam arti apa? Yesus tidak menjawab pertanyaan ini secara langsung, tetapi Ia membenarkan kelebihan Yohanes.
Khalayak sendiri bertanya-tanya apakan Yohanes itu Mesias. Ada juga yang menanyakan hal ini langsung kepada Yohanes (Luk 3:15; Yoh 1:19-25; 3:28; Kis 13:15). Karena Yohanes menjawab pertanyaan-desakan itu dengan tepat, Yesus tidak kembali kepada tema ini lagi. Namun, jelas bahwa Yohanes itu nabi istimewa. Keistimewaannya berkaitan erat dengan peranan yang dimainkannya dalam sejarah penyelamatan. Ia muncul pada akhir dan puncak zaman janji dan sekaligus pada saat dimulainya zaman baru, yaitu Kerajaan Allah yang sudah datang dalam diri Yesus.

Tentang dia ada tertulis – 11:10
Kutipan dari Mal 3:1 yang tercantum dalam ayat ini berperan sebagai pembenaran bahwa Yohanes memang “lebih dari nabi” (ay 9).

Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau – 11:10

Bagian pertama kutipan ini persis sama dengan Kel 23:20 dalam versi Yunani. Dalam versi Ibrani disebut seorang pesuruh.

Mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu – 11:10
Bagian kedua kutipan ini lebih cocok dengan apa yang disabdakan Allah tentang pesuruh-Nya dalam Mal 3:1. Tetapi, beberapa unsur kutipan dalam versi Yunani ini berbeda dengan versi Ibrani. Kata jalan menjadi “jalan-Mu,” dan di hadapan-Ku menjadi “di hadapan-Mu.”
Kutipan ini terdapat pula dalam Mrk 1:2, tetapi para ahli Kitab Suci yakin bahwa baik Markus maupun Matius mengutipnya tidak langsung dari Kitab Suci melainkan dari suatu kumpulan sabda para nabi yang kiranya umum dipakai oleh para pemberita Kristen masa awal. Kutipan ini dipakai oleh umat Kristen untuk “mendefinisikan” misi Yohanes Pembaptis.
Dilihat secara teologis “definisi” ini sangat penting. Berkat penggunaan kutipan PL ini diketahui bahwa nubuat dari Mal 3:1 diadaptasi oleh Gereja masa awal sesuai dengan keyakinannya. Aslinya nubuat itu bicara tentang pesuruh yang harus mempersiapkan jalan menjelang kedatangan Allah (“akan merapikan jalan di hadapan-Ku”). Dalam Kel 23:20 muncul ungkapan “di hadapan/depanmu,” dan ungkapan ini mengacu kepada Israel pada saat Keluaran. Tetapi, -mu itu diterapkan pula pada Tuhan yang datang, dan Tuhan itu berbeda dengan Allah yang menjadi juru bicara dalam nubuat ini. Sebagai nabi Allah Yang Mahatinggi – menurut Lukas (Luk 1:76) – Yohanes “berjalan di depan Tuhan untuk mempersiapkan jalan-jalan-Nya.”
Jadi apa yang oleh Nabi Maleakhi dinubuatkan mengenai kedatangan Yahweh, oleh  umat Kristen masa awal diterapkan pada kedatangan Yesus ke bumi ini. Mengakui Yohanes sebagai pendahulu Dia yang dibicarakan oleh Nabi Maleakhi, sama dengan mengaku Yesus sebagai Tuhan. Dan inilah yang hendak ditekankan oleh umat Kristen dalam ayat ini.

Leave a Reply