99. Siapakah Yohanes? (11:7-11)

Berbicara kepada orang banyak – 11:7
Menurut Mat 8:1, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Yesus.

Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun – 11:7
Tiga kali Yesus bertanya, mengapa khalayak pergi ke gurun. Lokasi yang disebut Yesus tampak kabur. Gurun macam apa yang dimaksudkan-Nya? Namun, dengan bicara tentang gurun, Yesus langsung mengingatkan orang yang sebelumnya memperkenalkan dirinya sebagai “suara yang berseru-seru di gurun” (Mat 3:3). Jadi, Yesus jelas-jelas memikirkan Yohanes.

Buluh yang digoyangkan anginkah – 11:7
Khalayak tentu saja tidak mencari buluh di gurun! Kalau begitu, buat apa Yesus menyebut buluh? Sebab Ia mau mengkontraskan lambang ketidak-stabilan, yaitu buluh, dengan keutuhan dan kemantapan kepribadian Yohanes Pembaptis. Dalam hal ini Yohanes mirip Nabi Yeremia (Yer 1:17-19). Karena sadar akan misi ilahi dan didukung oleh kuat-kuasa Roh Allah, baik Yeremia maupun Yohanes Pembaptis tidak pernah menjilat siapa pun di dunia ini.

Berpakaian haluskah – 11:8
Selanjutnya Yesus mengemukakan kontras kedua: Ia membandingkan Yohanes dengan orang-orang yang berpakaian halus dan indah. Orang-orang macam ini mendiami istana, bukannya tinggal di gurun. Sesuai dengan “laporan” dalam Mat 3:4, Yohanes Pembaptis “mengenakan pakaian dari bulu-bulu unta” (pakaian yang amat kasar dan tidak nyaman!) “dan pengikat kulit sekeliling pinggangnya” (orang-orang kaya memakai ikat pinggang yang mahal harganya). Selain itu, ia hidup penuh penyangkalan diri dan matiraga. Kebanyakan manusia masa kini pasti akan menyebutnya “ekstremis,” seandainya melihat cara hidupnya.