Rabu, 23 Juni 2021

B-207 – Kej 15:1-12.17-18 – “Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar” (ay 1)

ABARAHM, PARTNER ALLAH YANG PERTAMA

1. Dalam kisah mengenai perjanjian Yahwe dengan Abraham, dua tradisi yang berbeda-beda silang-menyilang. Tradisi yang satu menitikberatkan janji Allah mengenai suatu negeri (ay 7), sedangkan tradisi yang lain mengutamakan janji Allah mengenai suatu keturunan (ay 5).
2. Perjanjian itu sendiri digambarkan sebagai sebuah kontrak yang diadakan sesuai dengan kebiasaan-kebiasaan yang berlaku di masa perang dalam zaman kuno. Perjanjian disahkan dengan pemotongan seekor lembu, seekor kambing dan seekor domba jantan (ay 9).
3. Pada akhir berlangsungnya upacara perjanjian, Abraham melihat dalam mimpi terwujudnya cita-citanya. Perjuangannya memang akan berat, tetapi ia boleh yakin bahwa Allah akan setia pada janji-janji-Nya. Abraham akan mempeproleh sebuah negeri. Kesetiaan Allah dilambangkan dalam tanda berupa suluh berapi yang berlalu di tengah-tengah daging binatang sembelihan (ay 17).


Mat 7:15-20 – “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas” (ay 15)