75. Makan bersama orang-orang berdosa (9:10-13)

Kemudian – 9:10
Aslinya bukan kemudian, melainkan dan terjadilah. Ini sebuah ungkapan khas yang sering muncul dalam PL versi Yunani/Septuaginta dan ditiru oleh Matius. Dalam PL ungkapan ini dipakai untuk menyatakan bahwa suatu peristiwa terjadi karena memang sudah dikehendaki oleh Allah.

Yesus makan – 9:10
Harfiahnya bukan makan melainkan berbaring (dalam acara makan). DI zaman itu para peserta perjamuan setengah berbaring, bukannya duduk di kursi.

Di rumah Matius – 9:10
Dalam teks aslinya ungkapan ini kabur, sebab lokasinya tidak jeas: Entah di rumah Matius yang baru saja dipanggil Yesus entah di rumah Yesus sendiri.
Ada ahli yang yakin bahwa rumah itu milik Matius, sebab dalam Luk 5:29 dikatakan, “Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya.” Tetapi ahli lain justru berpendapat bahwa perjamuan itu berlangsung di rumah Yesus di Kapernaum, sebab – dalam teks Matius – Yesus bersama para murid-Nya tampaknya bertindak sebagai tuan rumah.

Banyak pemungut cukai dan orang berdosa – 9:10
Kata-kata, banyak pemungut cukai … dalam teks aslinya didahului dengan kata lihatlah (Yunaninya: idou) yang sudah dijelaskan pada 1:20.
Kedua kelompok masyarakat itu datang sendiri. Mereka barangkali mendengar sabda pengampunan yang diucapkan oleh Yesus kepada orang lumpuh (9:4-6). Baik para pemungut cukai maupun para pendosa datang untuk berjumpa dengan seorang yang – berbeda dengan kaum Farisi – tidak pernah meremehkan mereka, tetapi justru malah mengundang makan bersama dengan-Nya. Lagi pula para pemungut cukai memang berteman dengan Matius yang baru saja menjadi murid Yesus. Para pemungut cukai dipandang berdosa, bahkan pengkhianat, karena bisnis membawa mereka ke dalam kontak dengan orang-orang yang bukan Yahudi. Bacalah komentar pada 5:46.
Kata pendosa mencakup banyak macam orang, termasuk orang-orang Yahudi sendiri yang menyepelekan atau melanggar peraturan-peraturan Hukum, terutama apa yang diajarkan oleh kaum Fzarisi (antara lain dalam bidang makanan). Menurut manusia masa kini, kata pendosa pada umumnya diartikan seagai “manusia yang berkelakukan tidak sesuai dengan norma moral,” tetapi bukan arti inilah yang dimaksudkan dalam kitab suci. Paling tepat bila para pendosa itu dilihat sebagai orang buangan (outcast). Menurut kaum Farisi, kelompok para pendos mencakup para penunggang keledai/unta, pelaut, gembala, pemilik tokok, tabib, tukang daging, dll.

Makan besama-sama – 9:11
Dalam Mat 8:11 dikutip kata Yesus begini, “Aku berkata kepada kalian: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Surga, sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap.”

Orang Farisi – 9:11
Menurut teks ini, kelompok yang tidak senang dengan apa yang mereka saksikan ialah orang-orang Farisi, bukan ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi (Mrk 2:19), bukan pula Farisi bersama dengan ahli-ahli Taurat (Luk 5:30). Para ahli Taurat diperkenalkan oleh Matius dalam kisah terdahuu (9:1-8), sedangkan para murid Yohanes Pembaptis – dalam kisah selanjutnya (9:14-17). Dengan demikian Matius memperkenalkan tiga kelompok yang akhirnya memusuhi Yesus. Yesus datang untuk semua orang, tetapi kebanyakan orang tidak cukup beriman untuk menerima-Nya. Masing-masing kelompok itu bersikap anti Yesus, tetapi secara menyeluruh, mereka membentuk semacam front perlawanan yang kuat terhadap Yesus. Tentang Farisi, bacalah komentar 3:7.

Mengapa gurumu makan – 9:11
Orang-orang Farisi bertanya kepada para murid Yesus, Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan para pemungut cukai dan orang berdosa. Yesus akan menjawabnya dalam kapasitas sebagai guru. Yesus memang guru bagi para murid-Nya. Ia mengajar lewat sabda dan tindakan. Tetapi Ia juga guru sabda dan guru tindakan, berbeda dengan orang-orang Farisi dan para ahli Taurat yag “mengajar tetapi tidak melakukan” (Mat 23:3)
Matius ingin menegaskan bahwa Yesus adalah Guru sejati, sebab ajaran dan tindakan-Nya menyatu dalam diri-Nya. Setiap orang sungguh-sungguh dapat beajar pada Yesus (Mat 11:29).

Makan bersama-sama – 9:11
Di dunia Timur, khususnya di Palestina, perjamuan merupakan saat utama terjadinya persekutuan antar manusiawi. Dengan menerima undangan orang-orang berdosa/najis atau karena dikelilingi oleh “para pendosa,” Yesus melanggar aturan yang ditetapkan oleh kaum Farisi.