68. Mendengar dan Melakukan (Mat 7:21-27)

(bacalah terlebih dahulu teks ini dengan baik dan cermat!)

Penutup wejangan:
Teks ini termasuk bagian penutup wejangan-program Yesus (Mat 5-7). Cirinya ialah:
1. Sejumlah kata yang terulang-ulang:
— melakukan, ay 21.24.26;
— berseru, ay 21.22;
— perkataan-Ku ini, ay 24.26.28;
— Tuhan, Tuhan, ay 21.22
— setiap orang, ay 21.24.26, serta
2. Ketegangan dramatis yang semakin meningkat:
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, “Tuhan, Tuhan!” akan masuk ke dalam Kerajaan Surga!, ay 21;
Aku tidak pernah mengenal kamu!, ay 22;
Enyahlah daripada-Ku!, ay 22.
Akhir khotbah Yesus di bukit ini tampaknya bernada ancaman. Namun, perlu diingat bahwa khotbah bernada ancaman mempunyai tradisi kuat dalam Kitab Suci Yahudi. Untuk menyakininya, cukuplah dibaca Im 26 dan Ul 28:30.

Siapakah murid Kristus?
Teks ini penting karena isinya. Isi itu dapat dirumuskan dalam sebuah pertanyaan yang amat tajam, yaitu, “Siapakah murid sejati Kristus?”
Pertanyaan ini dijawab dengan tiga negasi:
Murid sejati Yesus bukan orang yang:
(a)Mengakui Yesus sebagai Tuhan lalu tidak berbuat apa-apa lagi;
(b)Melakukan mukjizat/tindakan kuasa;
(c)Mendengar sabda Yesus; dan dengan satu afirmasi.
Murid sejati Yesus ialah orang yang melakukan kehendak Bapa ataupun yang mendengar sabda Yesus dan melakukannya.
Garis yang memisahkan murid Yesus dari yang bukan murid Yesus, melintasi batin masing-masing anggota jemaah Kristen dan tidak diketahui siapa pun.Secara lahiriah mereka tampak sebagai satu komunitas yang sama. Tetapi kebenaran “kesatuan” komunitas itu akan dibeberkan secara umum pada hari penghakiman.

Hidup dalam kasih dan kebenaran:
Melalui teks ini Matius menegaskan bahwa kemenangan pada hari terakhir tidak akan dicapai manusia karena ucapann-ucapan ataupun tindakan-tindakan spektakuler. Kemenangan datang hanya karena hidup penuh kasih dan kebenaran. Matius suka sekali mengaitkan etika dengan eskatologi. Ia memandang Gereja sebagai “tubuh campuran” yang terdiri dari orang-orang kudus dan para pendosa. Baru pada akhir zaman, Allah akan mengadakan penyaringan. Maka, ia selalu berusaha menyadarkan sidang pembaca Injilnya akan bahaya arogansi dan kepastian tentang keselamatan pribadi.

Pembagian teks ini:
Teks ini terdiri dari dua bagian, yaitu:
7:21-23 Pertemuan dengan Yesus, sang hakim;
7:24-27 Perumpamaan tentang dua rumah.

Perumpamaan ini mengingatkan ajaran Yesus tentang dua jalan dan indu dalam ayat 13-14 sebelumnya (yang tidak kita bahas).