Sabtu, 12 Juni 2021 ; Pw Hati Tersuci SP Maria

B-196 – Yes 61:1-2a. 10-11 – “Seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan Allah akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa” (ay 11)

HIDUP DALAM PERSEKUTUAN DENGAN ALLAH TERKADANG MENGGONCANGKAN

  1. Setelah secara ringkas bercerita tentang panggilannya (ay 1-3) yang menjadi titik tolak karyanya di hadapan umum, nabi Yesaya menggambarkan perjanjian Allah dengan umat-Nya (ay 8-9) dalam gaya bahasa yang mirip gaya bahasa kedelapan Sabda Bahagia Yesus dalam Injil.
  2. Manusia yang ingin menjalin hubungan intim dengan Allah, harus memenuhi satu syarat yang tidak dapat ditawar-tawar lagi: Ia harus memulai kehidupan yang sama sekali baru. Setelah mengambil bagian dalam kehidupan Allah sendiri, umat melagukan sukacitanya (ay 10) dalam madah yang isinya mirip dengan madah ‘Magnificat’ dalam Injil Lukas.

Luk 2:41-51 – “Ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya” (ay 51)

Leave a Reply