67. Kebijaksanaan sehari-hari (6:34)

Hari esok mempunyai kekhawatirannya sendiri – 6:34
Harfiahnya, kalimat ini berbunyi begini, “Hari esok akan mencemaskan dirinya sendiri.” Di balik terjemahan harfiah ini dapat ditangkap gagasan bahwa manusia tidak usah mencemaskan apa yang akan terjadi besok, sebab yag akan terjadi besok, harus dipikirkan dan dihadapi besok, bukan pada hari ini.

Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari – 6:34
Kata kesusahan mengacu kepada segala sesuatu yang (dapat) mengganggu ketentraman manusia. Karena setiap hari pada umumnya membawa suatu kesusahan, maka kesusahan hari yang sedang dihadapi janganlah ditambah dengan kesusahan yang belum dihadapi dan belum tentu akan dihadapi.
Dalam kitab Amsal sudah dikatakan, “Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu” (Ams 27:1). Hal serupa dikatakan oleh Pengkhotbah, “Seluruh hidup manusia penuh kesedihan dan pekerjaannya penuh kesusahan hati, bahkan pada malam hari hatinya tidak tenteram. Ini pun sia-sia! (Pkh 2:23).

Leave a Reply