66. Mencari Kerajaan Surga (6:31-33)

Karena itu, janganlah kamu khawatir – 6:31
Kalimat ini sebaiknya diartikan sebagai teguran keras: “Berhentilah khawatir!” (ay 25), “Berhetilah bicara tentang makanan, minuman, pakaian!”

Dicari bangsa—bangsa yang tidak mengenal Allah – 6:32
Tentang ungkapan bangsa yang tidak mengenal Allah (aslinya, satu kata saja, yaitu ethnikoi), bacalah komentar pada 5:47. Di sini ungkapan ini tidak hanya dipakai dalam arti “bangsa-bangsa asing” yang bukan Yahudi, melainkan “bangsa yang memang tidak tahu mengandalkan Allah seperti bangsa Yahudi.”
Kata dicari (kata ini muncul lagi dalam 12:39 dan 16:4) searti dengan “sibuk sekali memikirkan,” hingga “memburu.” Yang diburu ialah semua itu, yakni kebutuhan-kebutuhan materiil.

Bapamu yang di surga tahu … kamu memerlukan – 6:32
Allah paling tahu apa kebutuhan mutlak manusia.

Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kehendak-Nya – 6:33
Kalimat ini boleh dipandang sebagai ayat inti seluruh bacaan ini. Sasaran utama segala kegiatan manusia seharusnyalah bernilai tertinggi, yaitu Kerajaan Allah yang di sini didefinisikan sebagai kebenaran. Secara singkat dapat dikatakan bahwa Kerajaan Allah ialah pemerintahan/kuasa Allah sebagai raja, sedangkan kebenaran ialah melakukan apa yang dikehendaki Allah dan yang menyenangkan-Nya. Kehendak Allah itu dinyatakan dalam seluruh ajaran Yesus.
Menurut sejumlah “guru spiritual” – khususnya yang berkarya di belahan Asia ini – untuk mencapai kesempurnaan, manusia harus membebaskan diri dari segala keinginan. Menurut Yesus, kesempurnaan bukan tidak adanya keinginan, melainkan penguasaan keinginan. Manusia harus dituntun oleh satu keinginan saja, yaitu “lapar akan Allah.” Hanya orang yang mencari saja, lagi pula dengan sekuat tenaga, yang mendapatkan (7:8). Inilah sebabnya, sebelum menyembuhkan, Yesus bertanya, “Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” (20:32). Orang yang tidak lapar, tidak pernah akan diisi. Mayat tidak punya keinginan. Maka, Kerajaan Allah hanya tersedia bagi mereka yang menginginkan dan mencarinya! Dan mereka yang sungguh-sungguh mencari (Kerajaan) Allah, pasti memprioritaskan waktu bagi Dia.

Leave a Reply