65. Percaya akan penyelenggaraan Bapa (6:26-30)

(bacalah teks ini dengan baik dan teliti!)

Pandanglah burung-burung di langit – 6:26
Dengan berkata, Pandanglah burung-burung, Yesus tidak menyuruh orang memandang ke langit untuk memperhatikan burung-burung. Ini suatu teknik bicara, supaya para pendengar memperhatikan apa yang akan dikatakan selanjutnya.
Ungkapan burung-burung di langit khas Yahudi. Waktu berbicara tentang burung, orang-orang Yahudi selalu menambahkan kata langit, bukan untuk membedakan burung yang terbang dari yang tidak terbang, melainkan untuk menegaskan bahwa mereka sedang berbicara tentang semua jenis burung.
Dalam Luk 12:24 disebut burung-burung gagak, tetapi Matius tampaknya menghindarinya, sebab burung gagak termasuk binatang janis (Im 11:15; Ul 14:14).

Tidak menabur dan tidak menuai – 6:26
Burung-burung memang tidak menabur, tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun mereka tetap aktif mencari makanan. Allah tidak memasukkan makanan ke dalam mulut mereka! Justru karena giat berusaha, burung-burung dijadikan oleh Yesus contoh. Sama seperti mereka, manusia pun harus berusaha sekuat tenaga, namun jangan memikirkan hari esok secara berlebihan.

Diberi makan oleh Bapamu yang di surga – 6:26
Allah bukan hanya memberi makan kepada burung, melainkan memeliharanya secara menyeluruh, artinya, memberi apa saja yang dibutuhkannya agar tetap hidup.

Bukankah kamu jauh lebih berharga daripada burung-burung itu – 6:26
Sebuah pertanyaan retoris yang tidak perlu dijawab, sebab jawabannya sudah jelas, yaitu: “Ya.”

Siapakah … dapat menambah sehasta – 6:27
Lagi-lagi sebuah pertanyaan retoris yang tidak perlu dijawab, sebab pada dasarnya isinya ialah pernyataan tegas berikut ini, “Tidak seorang pun dapat menambah sehasta pada usianya.”
Kata hasta pada umumnya dipakai sebagai ukuran jarak (kurang lebih setengah meter), bukan ukuran waktu atau lamanya hidup. Namun, teks Yunani ayat ini tampaknya bicara tentang lamanya hidup yang agaknya mau diperpanjang manusia, sehingga dapat diterjemahkan, “Siapa di antara kalian, yang karena kekhawatirannya, dapat menambahkan sehasta pada usianya” (pada jalan hidupnya).

Mengapa kamu khawatir mengenai pakaian – 6:28
Ini memang sebuah pertanyaan, tetapi dimaksudkan sebagai pernyataan tegas, yaitu, “Tidak ada gunanya kalian cemas perihal pakaian!” Orang dapat cemas perihal banyaknya dan jenis pakaian.

Perhatikanlah bunga bakung di ladang – 6:28
Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal. Namun, terjemahan ini tidak tepat. Aslinya: Perhatikanlah bunga-bunga bakung di ladang, bagaimana mereka tumbuh.
Yesus tidak mengajak para pendengar-Nya memperhatikan bunga-bunga tertentu melainkan pertumbuhannya! Bunga tidak ditumbuhkan oleh manusia. Maka, manusia harus memandangnya sebagai semacam tanda, betapa Allah memperhatikan dunia ciptaan-Nya. Lagi-lagi sebuah ungkapan tentang betapa Allah memperhatikan dunia ciptaan-Nya.
Dalam sejumlah terjemahan kata bunga bakung diganti denga “bunga liar.” Sebab bunga itu disebut sebagai contoh saja. Di bukit-bukit Galilea tumbuh banyak bunga berwarna putih, yang menyerupai bunga bakung.

Tanpa bekerja dan memintal – 6:28
Bunga tidak bekerja di ladang, seperti kaum pria, dan tidak menjahit pula pakaian, seperti dilakukan oleh para ibu Yahudi.

Salomo dalam segala kemegahannya – 6:29
Salomo adalah anak raja Daud dan sekaligus penggantinya di takhta. Ia dikenal sebagai raja yang kaya raya. Dalam 1Raj 10:23 dikatakan bahwa Salomo adalah seorang yang paling kaya di zaman itu. Karena itu, kata kemegahan dapat diartikan pula sebagai “kekayaan.”
Dalam ayat ini ditegaskan bahwa pakaian buatan manusia tidak seindah “pakaian” yang disediakan oleh Allah buat bunga di ladang.

Allah mendandani rumput di ladang – 6:30
Logika kalimat ini dipengaruhi oleh cara pikir khas Yahudi yang tampil dalam cara mereka berargumentasi. Mereka selalu mulai dengan sesuatu yang kecil (dalam teks ini: rumput) untuk membicarakan yang besar (di sini: manusia). Argumentasi serupa dapat dibaca dalam 7:11.
Rumput di ladang ialah rumput yang tumbuh di mana saja, sehingga dianggap liar. Rumput kering memang dipakai sebagai bahan bakar. Maka, dalam ayat ini disebut tungku, bukan “api.” Namun, karena pada masa sekarang rumput kering biasanya tidak dibakar di dalam tungku, maka kata itu dapat saja diganti dengan api.
Biarpun usia rumput jauh lebih singkat daripada usia manusia, Allah tetap mendandaninya. Kalau demikian, mengapa manusia begitu mencemaskan pakaian?!

Yang kurang percaya – 6:30
Lewat seruan-Nya, Hai orang yang kurang percaya (dalam PB ungkapan ini muncul lagi dalam Mat 8:26; 14:31; 16:8; dan Luk 12:28), Yesus mau berkata, “Betapa kecilnya iman kalian!” atau “Kalian memang tidak mengandalkan Allah sebagaimana mestinya!” Ini sebuah pernyataan keheranan dari pihak Yesus dan sekaligus teguran bagi para pendengar-Nya.

Leave a Reply