64. Menghilangkan kekhawatiran (6:25)

Jangan khawatir tentang hidupmu – 6:25
Ungkapan jangan khawatir berkali-kali muncul dalam bacaan ini (ay 27.28.31.34; 10:19). Orang yang khawatir ialah manusia yang terus-menerus memikirkan sesuatu dengan cemas, sibuk dengannya berhari-hari lamanya, sehingga terganggu dan tidak bahagia. Kekhawatiran membunuh manusia dari dalam. Yang paling dikhawatirkan manusia ialah nyawa (:hidup).
Bila orang Yahudi bicara tentang hidup/nyawa (Yunaninya: psykhe), ia tidak pernah mengontraskannya dengan tubuh! Dalam Kitab Suci, nyawa bukan bagian kekal manusia melainkan keseluruhan hidupnya fisik. Jadi, menurut paham Yahudi, nyawa adalah unsur dasar vitalitas seorang pribadi yang membutuhkan makanan untuk bertahan. Karena itulah Yesus langsung berkata,

Mengenal apa yang hendak kamu makan atau minum – 6:25
Makanan dan minuman begitu erat hubungannya dengan nyawa/hidup, sehingga tak terpisahkan. Justru karena itulah manusia mengkhawatirkannya. Maka, adalam arti tertentu, manusia bisa “dibunuh” oleh pemikiran terus-menerus mengenai makanan dan minuman.
Minuman (“apa yang hendak kamu minum”) tidak disebut dalam semua naskah, sehingga dalam edisi resmi Inji Matius sisipan ini ditempatkan dalam tanda kurung.

Bukankah hidup itu lebih penting – 6:25
Ini sebuah pertanyaan retoris yang tidak perlu dijawab, sebab jawabannya jelas, “Ya.”
Ucapan Yesus ini menjadi lebih jelas bila diungkapkan begini, “Dalam hidup ini ada hal yang jauh lebih penting daripada pangan dan pakaian!” Pemuasan kebutuhan-kebutuhan fisik bukan tujuan hidup ini.