Senin, 07 Juni 2021

B-191 – Kis 25:13-21 – “Mereka hanya berselisih paham dengan dia tentang soal-soal agama mereka, dan tentang seorang bernama Yesus, yang sudah mati, sedangkan Paulus katakan dengan pasti, bahwa Ia hidup” (ay 19)

WARGA DUNIA

  1. Paulus, yang suka menganggap dirinya lebih Ibrani daripada orang-orang Ibrani, dan lebih Farisi daripada orang-orang Farisi sendiri, menuntut haknya sebagai warga negara Romawi. Sikap ini tidak disebabkan suatu siasat yang licik, melainkan karena ia amat peka terhadap nilai-nilai manusiawi yang ternyata diwakili oleh kekaisaran Romawi (ay 16). Bila ia naik banding kepada Kaisar, maka boleh dipastikan kiranya, bahwa ia berbuat demikian sebab ia berniat pergi ke Roma. Tetapi barangkali sebabnya yang lebih mendalam ialah karea ia yakin, bhwa orang-orang Roma menghargai pribadi manusia serta menganut paham universalisme. Kedua hal ini tidak ditemukan Paulus dalam dialog dengan orang-orang sebangsanya.
  2. Dalam hal ini Paulus menjadi teladan bagi semua mereka yang pergi mewartakan Kristus di daerah-daerah kebudayaan yang masih asing bagi mereka!

Mat 5:1-12 – “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga” (ay 3)