Rabu, 12 Mei 2021

B-165 – Kis 17:15.22-18:1 – “Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga” (ay 28)

SIKAP TEPAT TERHADAP ORANG ASING

  1. Untuk pertama kalinya Paulus berpidato di hadapan penduduk-penduduk kota Atena. Ia sama sekali tidak mengutip Alkitab, sebagaimana lazimnya ia berbuat dalam khotbah-khotbah yag ditujukan kepada orang-orang Yahudi.
  2. Terhadap orang asing, orang harus bersikap hati-hati, yaitu terlebih dahulu mendengarkan mereka serta mencari titik-titik temu bagi amanat yang hendak disampaikan kepada mereka. Paulus justru berbuat demikian. Dengan sungguh-sungguh.
  3. Tetapi setelah itu, ia terlalu cepat meloncati tahap-tahap pendahuluan dan langsung mulai bebicara tentang “Allah yang tidak dikenal.” Ia memperkenalkan diri sebagai orang yang tahu. Lalu terdorong semangat, Paulus menyentuh tema kebangkitan, yang ternyata menimbulkan pertentangan pendapat. Reaksi para penduduk Atena menjadi bagi Paulus sebuah pelajaran yang berharga. Ia akan mengingatnya untuk selamanya.
  4. Dewasa ini pun perlu bertanya: Apakah dalam dialog dengan orang-orang bukan Kristus atau yang ateis, orang-orang Kristen memperhitungkan dengan sebaik-baiknya segala kemungkinan ayang dapat mereka manfaatkan?

Yoh 16:12-15 – “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” (ay 13)