42. Yesus mulai berkarya di Galilea (4:12-17)

(bacalah teks di atas terlebih dahulu!)

Yesus mendengar … Yohanes telah ditangkap – 4:12
Aslinya: “Tetapi waktu Yesus mendengar bahwa Yohanes telah diserahkan.” Arti kata diserahkan bermakna lebih mendalam daripada kata ditangkap atau “dipenjarakan.” Penahanan Yohanes tidak terjadi secara keetulan, sebab diketahui oleh Allah dan sesuai dengan rencana penyuelamatan-Nya (kata diserahkan dipakai pula oleh Matius dalam cerita tentang pengkhianatan Yeus oleh Yudas, 26:15, dan dalam ayat-ayat yang berbicara tentang penangkapan terhadap orang-orang beriman, 10:17.19.21; 24:9).
Cerita lengkap tentang penahanan Yohanes dapat dibaca dalam Mat 14:1-12. Yohanes ditangkap oleh Raja Herodes Antipas yang berkuasa di Galilea (bukan oleh Herodes Agung yang membunuh anak-anak di Betlehem!).

Menyingkirlah Ia ke Galilea – 4:12
Kata menyingkir sudah dipakai Matius dalam kisah tentang para majus! (Mat 2:12), tetapi di situ diterjemahkan “pulanglah” (juga Mat 2:13-14.23; 4:12; 12:15;14:13; 15:21).
Nama Galilea dimunculkan di sini oleh Matius un tuk kedua kalinya (Mat 2:22). Galilea disebut-sebut oleh Matius dalam seluruh Injilnya (2:22; 3:13; 4:23.25; 28:16). Di sini dimaksudkan propinsi Galilea.

Meninggalkan Nazaret – 4:13
Aslinya bukan Nazaret melainkan Nazara. Nama Nazra jarang muncul dalam kitab-kitab Injil, tetapi menurut naskah-naskah kuno nama inilah dipakai Matius di sii. Berdasarkan petunjuk ini dapat disimpulkan bahwa keluarga Yesus menetap di tempat itu (Mat 2:23).
Nabi dari Nazaret (Mat 21:11) meninggalakan kampung halaman-Nya, sama seperti di kemudian hari Ia meninggalkan para musuh-Nya (Mat 16:4) maupun Yerusalem (Mat 21:17).
Menurut teks ini Yesus terus bergerak dari tempat yng satu ke tempat yang lain (perhtikan ay 13.18.21.23.24).

Kapernaum – 4:13
Pada umumnya lokasi Kapernaum yang sangat berdekatan de
ngan Danau Galilea diidentifikasikan dengan kota Tell Hum masa kini. Letaknya kira-kira 34 km di sebelah timur laut dari Nazret.
Dalam Mat 9:1, Kapernaum disebut sebagai “kota-Nya,” artinya kota yang biasa didiami Yesus. Menurut Luk 4:23, kenyataan ini justru menimbulkan rasa iri dalam hati para penduduk Nasaret. Boleh dikatakan bahwa Yesus memang menyatakan diri-Nya di Kapernaum. Tetapi kota itu tidak akan luput dari hukuman keras Allah (Mat 11:24). Di kota Kapernaum ada sebuah pos bea cukai (mrk 2:1-14) dan kantor pejabat raja (Yoh 4:46), tetapi kota itu sendiri tampaknya tidak terlalu penting. Yesus agaknya lebih suka berjalan di kampung-kampung dan kota-kota kecil, sebab di situ Ia dapat bertemu dengan manusia yang sederhana dan yang lebih terbuka terhadap Kabar Baik.

Di tepi danau – 4:13
Yesus diam di tepi danau, artinya dekat Danau Genesaret (Luk 5:1; 18:22). Dalam teks asli muncul di sini kata laut, bukan “danau,” sebab orang-orang Yahudi biasa menyebut danau itu “laut.”

Di daerah Zebulon dan Naftali – 4:13
Aslinya bukan Zebulon dan Naftali melainkan “Zabulon dan Neftali.”
Semasa kehidupan Yesus, pembagian teritorial ini tidak berlaku lagi, tetapi diingat secara tradisional, sebab wilayah di sebelah barat Danau Galilea dulu memang didiami oleh suku Zabulon dan Neftali. Nama kedua suku Yahudi itu disebut pula dalam nas Yesaya yang dikutip oleh Matius dalam ayat 15.
Neftali dikaitkan dengan wilayah sekitar danau, sedangkan Zabulon terletak agak di sebelah barat danau.

Firman yang disampaikan oleh Nabi Yesaya – 4:14
Aslinya, “Supaya digenapilah yang disampaikan melalui Nabi Yesaya yang berkata.”
Kutipan dari Nabi Yesaya ini disajikan di sini untuk menjawab pertanyaan, mengapa Yesus begitu memperhatikan wilayah Galilea selama Ia berkarya di hadapan umum. Secara historis dapat disebut dua alasan, yaitu:
1. Pengaruh kaum Farisi di Galilea lebih lemah daripada di Yudea, sehingga Yesus dapat berkarya di situ dengan lebih leluasa.
2. Kegiatan Mesias di Galilea sebelumnya sudah dinubuatkan oleh nabi, sehingga sesuai dengan rencana Allah.
Matius amat suka mengutip PL. Ia melakukannya lebih sering daripada penulis Injil lain; dalam Injilnya terdapat kira-kira 50 kutipan, padahal dalam Injil Markus dan Lukas – hanya 25. Ia paling sering mengutip nabi Yesaya, tetapi hampir selalu mengutipnya dengan bebas dan menerapkannya pada “peristiwa Yesus.” Matius yakin bahwa PL menubuatkan Yesus.

Tanah Zebulon dan tanah Naftali … Galilea – 4:15
Isi ayat 14 dan 15 merupakan ciri khas keseluruhan Injil Matius. Yesus mulai berkarya di Galilea, di tengah-tengah suku-suku yang paling terancam oleh malam dunia kafir yang datang bersamaan dengan bangsa Asyur. Tetapi berkat itulah karya Yesus dapat meluas ke segala bangsa (Mat 28:19). Sementara sejumlah orang Yahudi mengungsi ke gurun atau memusatkan kegiatannya di Yerusalem, Yesus-Imanuel yang dinubuatkan oleh nabi (Yes 7:14; 8:8.10) memilih Galilea, wilayah bangsa-bangsa kafir.
Wilayah suku Zebulon dan Naftali dianeksasi oleh bangsa Asyur pada thn 734 sM. Di masa kemudian (312-63 sM), wilayah itu ada dalam kuasa Yunani, sehingga sangat terpengaruh oleh budaya asing dan didiami pula oleh bangak orang bukan Yahudi.
Nabi Yesaya menubuatkan pembebasan wilayah ini dari “kegelapan” kekafiran, sedangkan Matius menunjuk Yesus sebagai palaksana nubuat itu.

Jalan ke laut – 4:15
Kata laut dalam ayat ini mengacu kepada Laut Tengah.

Seberang Sungai Yordan – 4:15
Ungkapan seberang (Sungai) Yordan selalu mengacu kepada bagian timur Danau Galilea. Di sini mengacu kepada Tanah Zebulon dan tanah Neftali, jadi kepada wilayah di sebelah barat danau.

Wilayah bangsa-bangsa lain – 4:15
Di sini dimaksudkan bangsa-bangsa asing, bukan Yahudi. Namun, berdasarkan ungkapan ini jangan disimpulkan bahwa wilayah bekas kedua suku Yahudi itu sama sekali tidak didiami oleh orang-orang Yahudi.

Bangsa yang diam dalam kegelapan – 4:16
Ungkapan dalam kegelapan ini mengacu kepada kegelapan dosa/spiritual, bukan kegelapan fisik.

Telah melihat Terang yang besar – 4:16
Ungkapan Terang yang besar searti dengan “penyelamatan Allah,” kehidupan yang diberikan Allah kepada umat-Nya. Terang itu muncul pada saat Yesus mulai berkarya di Galilea.

Diam di negeri yang dinaungi maut – 4:16
Orang-orang yang diam di negeri yang dinaungi maut ialah mereka yang mati secara spiritual.

Sejak waktu itulah – 4:17
Lewat penegasan meriah sejak waktu itulah – Matius hendak mengatakan bahwa Yesus memulai karya sebagai pemberita. Yesus segera akan memperkenalkan diri-Nya melalui kata-kata (bab 5-7) dan tindakan-tindakan (bab 8-9).

Bertobatlah – 4:7
Menurut Matius, sama seperti Yohanes (Mat 3:2), Yesus pun menyerukan perlunya bertobat. Antara Yohanes Pembaptis dan Yesus ada kesinambungan! Tobat akan diserukan pula kemudian oleh para rasul (Mat 10:7)