36. Untuk dicobai Iblis (4:1-2)

(bacalah terlebih dahulu teks 4:1-2 dengan baik dan cermat!)

Lalu – 4:1
Kata lalu ini berperan sebagai sambungan kisah terdahulu: Langsung sesudah Yesus dibaptis (Mat 3:13-17).

Dibawa oleh Roh ke padang gurun – 4:1
Menurut kisah sejajar dalam Injil Markus, Roh mengusir/menghalau Yesus ke gurun (Mrk 1:12). Jadi, Roh itu aktif sebagai penghalau. Tetapi teks Matius lebih netral bunyinya: Yesus dibawa oleh Roh.
Bentuk pasif semacam ini adalah kesukaan Matius (Mat 9:25, orang banyak diusir; 4:1, kepada Yohanes dibawa; 16:26, apa yang dapat diberikannya; 16:8, daripada kedua kakimu dicampakkan; dll). Dikatakan bahwa Yesus dibawa, namun bukan dalam arti ‘Ia tidak mau!’ Sebab akhirnya Yesus sendirilah memutuskan untuk pindah dari Lembah Yordan ke wilayah gurun berkedakatan.
Kata Roh mengacu kepada Roh Allah/Kudus (1:18).
Roh Allah membawa Yesus ke padang gurun, artinya ke wilayah yang hampir tidak dihuni oleh manusia dan yang berbahaya baginya karena berbagai binatang buas. Padang gurun dalam Kitab Suci tidak pernah searti dengan wilayah berpasir melulu mirip gurun Sahara.
Pencobaan yang dialami Yesus di padang gurun termasuk “proyek” Allah sendiri terhadap Putra-Nya yang dituntun oleh Roh-Nya. Israel gagal membuktikan dirinya sebagai “anak Allah.”

Untuk dicobai Iblis – 4:1
Yesus dibawa ke gurun untuk dicobai Iblis, untuk diuji. Ujian kesetiaan serupa diterapkan oleh Allah terhadap Israel semasa kehidupan Musa. Maka, ayat ini mengingatkan Ul 8:2, “Ingatlah (hai Israel) kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendan Tuhan, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu.” Tetapi menurut paham Yahudi yang dianut semasa kehidupan Yesus, Israel di gurun dulu tidak diuji oleh Allah, melainkan oleh Iblis. Teks Matius ini tampaknya sudah terpengaruh oleh mentalitas Yahudi itu.
Kata Iblis/Diabolos aslinya semacam deskripsi saja yang searti dengan “pemfitnah/penuduh.”
Iblis harus dibedakan dengan daimon/daimonion. Diabolos adalah “kepala roh-roh jahat.”

Berpuasa – 4:2
Yesus berpuasa dengan sukarela, bukan karena tidak memiliki makanan ataupun harus melakukannya karena peraturan agama.

Empat puluh hari dan empat puluh malam – 4:2
Berbeda dengan orang yang berpuasa pada siang hari, Yesus tidak makan apa-apa pada malam sekalipun.
Ayat ini mengacu kepada puasa Musa di Gunung (Ul 9:9), kepada pengalaman nabi Elia yang berjalan selama 40 hari dan 40 malam menuju gunung Allah (1Raj 19:8), khususnya kepada perjalanan Israel di gunung selama 40 tahun (Ul 8:2-5).
Angka empat puluh sebaiknya diartikan sebagai angka simbolis, yaitu: Cukup lama untuk memantapkan diri-Nya sebagai Putra Allah yang sekaligus manusia.

Akhirnya laparlah Yesus – 4:2
Yesus terserang rasa lapar pada akhir puasa-Nya. Tampaknya Allah memelihara Yesus secara langsung (dan sekaligus ajaib) selama waktu yang lama. Rasa lapar yang menyerang Yesus sesudah puasa itu dapat saja diartikan-Nya sebagai bukti bahwa Ia tiba-tiba ditinggalkan oleh Allah. Pada saat itulah datang di penggoda.

Leave a Reply