35. Mat 4:1-11 – Yesus Dicobai di Gurun

(bacalah Mat 4:1-11 sebelum mengikuti pendalaman ini!)

Kisah tentang Yesus dicobai
Dalam ketiga Injil Sinoptik, kisah tentang pencobaan Yesus ditempatkan sesudah kisah pembaptisan-Nya (dalam Injil Lukas ada sisipan berupa silsilah Yesus) dan epifani/teofani yang terjadi sesudah Yesus dibaptis. Pencobaan dialami Yesus sebelum Ia kembali ke Galilea dan mulai berkarya di hadapan umum. Jadi, kerangka biografisnya sama salam ketiga Injil itu.
Serupa halnya dengan kerangka peristiwanya: Ada Roh Allah, lamanya 40 hari dan 40 malam, padang gurun, pencobaan, pelayanan malaikat (Mat dan Mrk). Ketiga jenis cobaan dikaitkan erat dengan kutipan-kutipan PL:
Tiga cobaan Yesus:
— Cobaan pertama: Ul 8:3, bacalah Kel 16 tentang sungut Israel di gurun.
— Cobaan kedua Ul 6:16, bacalah Kel 17:1-7 tentang Israel yang meragu-ragukan penyertaaan Allah.
— Cobaan ketiga Ul 6:13, bacalah Kel 23:20-33 tentang ibadah sejati yang diharapkan Allah dari bangsa Israel sesudah mereka masuk ke dalam tanah Kanan.

Yesus menghadapi ujian:
Yesus dibawa oleh Roh ke gurun bukan untuk mempelajari Kitab Suci (seperti kaum Eseni), bukan untuk mempersiapkan perang (seperti kaum Zelot), melainkan untuk diuji sejauh manakah Ia mau hidup dan berkarya sebagai Putra Allah yang sepenuh-penuhnya taat kepada kehendak Bapa-Nya. Siapkah Ia menderita, artinya menjalankan misi-Nya sebagai Mesias yang tidak hebat secara manusiawi? Siapkah Ia menolak segala rayuan penggenapan segala harapan bangsa Israel. Maka, dalam hidup-Nya seolah-olah harus terulang pengalaman Israel masa lampau. Seperti para leluhur-Nya, Ia sudah terpaksa mengungsi ke Mesir (2:13-15). Ia sudah menyeberangi Yordan untuk masuk ke Tanah Terjanji (3:13-17). Maka, sekarang Ia harus diuji di gurun (4:1-11), sama seperti bangsa-Nya dulu.

Yesus – Putra sejati
Kisah ini menggambarkan Yesus sebagai pemenang atas Setan dan segala bujukannya. Setan mau menjadikan Yesus seorang pemberontak, dan hal ini amat jelas dalam cobaannya yang ketiga; dalam cobaan pertama dan kedua rencana Setan terbungkus sangat halus. Cobaan-cobaan serupa dialami bangsa Israel selama pengembaraannya di padang gurun, kemudian di negeri Kanaan sendiri. Bangsa itu memang “anak Allah,” tetapi anak yang gagal. Lain halnya dengan Yesus. Ia adalah “Israel baru!”
Sepanjang hidup-Nya Yesus biasa menolak segala sesuatu yang dapat mengagalkan misi yang dipercayakan Bapa kepada-Nya. Ia tidak mau memperhatikan keamanan-Nya sendiri maupun kepentingan pribadi-Nya. Ia mau menjadi seorang Putra dan keputraan sejati hanya dapat dibuktikan dengan ketaatan kepada Bapa.

Pembagian teks ini
Kisah ini dapat dibagi tiga:
4:1-2    Ayat-ayat pengantar;
4:3-10  Kisah pencobaan bertahap tiga;
4:11     Ayat penutup.

Leave a Reply