34. Pembaptisan Yesus (3:116-17)

Yesus segera keluar dari air – 3:16
Kata segera (Y: euthys) sangat sering muncul dalam Injil Markus (41 kali), tetapi Matius menggunakannya agak jarang (Mat 13:20-21; 14:27; 21:2-3; 26:74).
Yesus berdiri di dalam air bersama Yohanes. Setelah Yohanes membaptis-Nya, Yesus keluar dari air dan naik ke tepi sungai.

Lihatlah – 3:16 (1:20)
Dalam teks aslinya, sesudah kata-kata, “Segera keluar dari air,” tertulis kata lihatlah. Lewat kata ini Matius hendak menegaskan ketidakterdugaan dan sekaligus keajaibn kejadian yang diceritakannya.
Kata-kata, Pada waktu itu juga, tidak tercantum dalam teks asli.

Langit terbuka – 3:16
Setelah Yesus dibaptis, hilanglah perbatasan, sehingga terwujudlah keserasian antara langit dan bumi. Orde lama sudah berakhir. Namun, apa yang terjadi itu, melampaui paham Yohanes. Ternyata tidak ada kapak, api, badai, tetapi terciptalah suatu suasana surgawi. Sebab ungkapan langit terbuka harus dipahami dalam arti: Allah membuka langit. Markus dalam Injilnya bicara tentang “terkoyaknya langit!” (Mrk 1:10).
Terbukanya langit menandaskan terciptanya kemungkinan baru bagi komunikasi antara Allah dan umat manusia. Di masa PL, nabi Yehezkiel berbicara tentang langit terbuka juga, lalu ditambahnya, “Aku melihat penglihatan-penglihatan tentang Allah” (Yeh 1:1).
Kata langit (jamak!) mencerminkan kepercayaan bahwa ada dua atau tiga lapisan langit. Lapisan yang paling bawah, yang kelihatan, ialah cakrawala, sedangkan yang tertinggi, yang tidak kelihatan, didiami oleh Allah sendiri.

Ia melihat – 3:16
Kejadian adikodrati yang diceritakan di sini tampaknya dilihat oleh Yesus saja.

Roh Allah seperti burung merpati turun – 3:16
Matius tidak mengatakan bahwa Roh Allah adalah merpati atau mirip merpati, tetapi bahwa Ia turun seperti merpati yang hendak hinggap pada manusia. Yang terpenting ialah bahwa Roh itu turun dengan halus, sebab beitulah turunnya burung merpati pula. Maka, terjadilah sesuatu yang sama sekali tidak terduga oleh Yohanes Pembaptis yang sebelumnya bicara tentang kapak dan api.
Dalam Injil Matius, Roh Allah disebut sekali lagi dalam 12:28 saja. Tidak terlalu jelas bagaimana Matius memahami-Nya dalam kisah ini. Apakah ia memikirkan Roh Alah yang melayang-layang di atas permukaan air pada waktu Allah menciptakan dunia (Kej 1:1) atau Roh yang menuntun bangsa Israel di gurun, ataupun Roh yang menginspirasikan para nabi.
Merpati melambangkan bukan Roh Allah saja, melainkan juga Israel (Hos 7:11; 11:11), damai (Kej 8:6-12), kebijaksanaan, ketulusan (Mat 10:16).

Suara dari langit – 3:17
Dalam teks asli tidak dikatakan: Terdengarlah suara dari langit, melainkan Ada suara dari langit. Tidak jelas, apakah suara itu terdengar karena “datang” dari surga atau suara itu bergema di surga.

Inilah Anak-Ku yang terkasih – 3:17
Pernyataan surgawi berupa Inilah Anak yang terkasih ini tidak ditujukan kepada Yesus, tetapi kepada dunia. Sebelumnya Matius sudah menyebut berbagai nama/gelar Yesus, yaitu: Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham (Mat 1:1.16-17), Yesus (Yes 1:21), Imanuel (Mat 1:23), Raja Yahudi (Mat 2:2), Anak-Ku (Mat 2:15), orang Nasaret (Mat 2:23). Nama dan semua gelar itu mencapai puncaknya dalam kisah tentang pembaptisan ini. Sebab yang pada waktu itu memberi nama kepada Yesus, bukannya manusia, orang bijak atau nabi, bukan Matius juga, melainkan Allah yang membenarkan identitas Yesus sebagai Putra-Nya.
Nama ini akan muncul lagi dalam kisah tentang Yesus di cobai di gurun (Mat 4:3.6). Sebelum Yesus mulai berkarya, Allah memberi kepada-Nya gelar Anak/Putra Allah (Mat 16:16; 17:5; 27:54; 28:19). Maka “suara Allah” ini ditujukan kepada semua orang, khususnya kepada para pembaca Injil.
Kisah ini bukan kisah panggilan ataupun kisah tentang munculnya kesadaran Yesus sebgai Putra Allah, melainkan kisah epifani, kisah pembenaran surgawi terhadap orang yang sudah dinyatakan sebagai pribadi yang harus menggenapkan seluruh kebenaran/rencana Allah (ay 15). Dengan cara ini pembaca dihimbau untuk percaya bahwa Yesus akan melaksanakan rencana Allah dengan sempurna, sebab dalam diri-Nya tiggallah Roh Allah; Dialah Mesias-Hamba Tuhan dan Putra terkasih Bapa.
Ucapan surgawi ini dipandang oleh para ahli sebagai gabungan beberapa teks PL. Yang paling jelas ialah Yes 42:1, Lihat itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan.
Kata terkasih muncul dalam Kej 22:2 dan searti dengan “tunggal.” Beberapa gagasan yang muncul dalam ucapan surgawi ini dapat dijumpai pula dalam Mzm 89 yang mengidungkan kesetiaan Allah kepada Raja Daud.
Jadi, ucapan surgawi ini bertujuan menggambarkan Mesias yang sekaligus raja, hamba dan Tuhan. Yesus adalah “Allah yang berserta kita.” Dalam diri-Nya menyatu masa lampau Israel, tetapi dalam edisi yang paling murni, tanpa cela.

Kepada-Nyalah Aku berkenan – 3:17
Perkenanan Allah yang dimaksudkan di sini bukan suatu kesenangan sesaat melainkan suatu pilihan demi suatu misi mendatang.

Leave a Reply