19. Para majus bertanya (2:1-2)

Orang-orang majus – 2:1
Kata majus (Y: magos) mengacu kepada ahli-ahli astrologi Persia yang biasanya bertugas sebagai imam dan penafsir mimpi. Lalu kata ini diterapkan pula pada ahli-ahli magi, para propagandis agama, bahkan para penipu. Dalam PL, kata ini muncul dalam Dan 2:2.10 saja.
Dalam ayat ini kata “majus” dapat mengacu kepada para astrolog dari Babel yang barangkali sempat mengenal mesianisme Yahudi. Namun, tidak ada satu petunjuk pun bahwa mereka itu raja atau bahwa jumlah mereka 3 orang.
Menurut pendapat Yahudi kuno, negeri “orang bijak” terletak antara Yordania dan padang pasir di sebelah timur (Ayb 1:1; Yer 49:7). Dalam PB, di luar Injil Matius, para majus digambarkan secara negatif (Kis 8:9-24 [tentang Simson]; 13:6-11 [tentang Baryesus]).
Perjalanan para majus ke Yerusalem dapat dipandang sebagai penggenapan nubuat-nubuat tentang orang-orang kafir yang akan mengakui karya penyelamatan Allah (Yes 2:2-3; 56:6-7; Tob 13:11).
Lukas memperkenalkan para gembala sebagai kelompok orang yang menyembah Yesus yang masih kecil (Luk 2:8-20), tetapi Matius menyusun kisah tentang para majus yang melakukan hal itu. Para gembala dituntun oleh Malaikat Tuhan dan bala tentara surgawi; para majus – oleh bintang ajaib.

Dari Timur – 2:1
Matius bicara tentang Timur, tetapi tempatnya yang jelas tidak disebut. Diduga bahwa para majus datang dari negeri Iran masa kini.

Yerusalem – 2:1
Dalam Injil Matius, Yerusalem diperkenalkan sebagai pusat perlawanan terhadap Yesus. Kota itu dipandang suci, dan menjadi pusat hidup spiritual bangsa Yahudi sejak abad X sM.
Semasa kehidupan Yesus, Yerusalem diperintah oleh Raja Herodes Agung. Di situ terdapat sejumlah bangunan megah, antara lain Bait Suci yang baru.

Bertanya-tanya – 2:2
Aslinya bukan bertanya-tanya, melainkan berkata. Tidak dijelaskan siapa yang ditanya oleh para majus. Mungkin seorang pemuka yang mampu memberi informasi.

Raja orang Yahudi – 2:2
Dalam pernyataan para majus tersirat keyakinan bahwa suatu ketika bayi yang mereka cari itu akan menjadi raja.
Ungkapan raja orang Yahudi dalam PB dipakai oleh orang-orang bukan Yahudi saja; di sini oleh para majus (Mat 27:37; Mrk 15:26 [oleh Pilatus]; Luk 23:3.38 [oleh Pilatus]; Yoh 19:19 [oleh Pilatus]). Ungkapan ini mengantisipasikan sebutan raja orang Yahudi yang menjadi masalah dalam Mat 27:11.29.37).

Kami telah melihat bintang-Nya – 2:2
Para majus melihat bintang itu di negeri mereka sendiri, yaitu di Timur (2:1). Mereka mengartikannya sebagai amanat tentang kelahiran raja Yahudi yang akan datang. Karena itulah mereka menyebutnya bintang-Nya.
Secara ilmiah tidak dapat dipastikan, apa yang sesungguhnya dilihat para majus itu.

Di Timur – 2:2
Ungkapan di Timur dapat juga diterjemahkan “di tempat terbitnya” (sama halnya dalam 2:9). Tidak jelas, wilayah mana yang dimaksudkan lewat ungkapan di Timur ini. Namun, diketahui, bahwa di Persia (kini Iran), praktik astrologi sangat populer.
Para majus, sama seperti Bileam (nabi yang bukan orang Yahudi), datang dari Timur (Bil 23:7) Bintang yang dilihat para majus berkaitan dengan bintang rajawi yang dilihat Bileam (Bil 24:17-19) yang dalam Yudaisme belakangan diartikan sebagai tanda Mesias.

Kami datang untuk menyembah Dia – 2:2
Kata menyembah sebaiknya diartikan secara umum, yaitu “memberi hormat”, bukan secara khusus, yaitu “mengakui sebagai Allah.” Tetapi Matius bicara tentang “menyembah” untuk menegaskann keilahian Yesus. Dalam Injil Matius, kata ini muncuk 13 kali; dalam Markus sekali, dalam Lukas 3 kali.