16. Yesus, Raja Disembah oleh Para Majus (2) Mat 2:1-12

5) Para majus
Bagaimana dengan para majus sendiri? Semasa kehidupan Musa, di Mesir pun ada sekelompok “majus”, tepatnya tukang-tukang sihir yang memusuhi Musa, sama seperti Firaun. Lain halnya dengan para majus yang diceritakan dalam Injil Matius: Mereka justru mengakui Yesus dan menyembah-Nya.
Apa yang dapat disimpulkan dari uraian tadi? Adanya suatu kesinambungan antara Musa dan Yesus. Baik Musa maupun Yesus mengantarkan Israel kepada kemerdekaan dan keselamatan, tetapi kedua-duanya mewujudkan karyanya melalui penderitaan. Hidup mereka sungguh terancam.

6) Iman para majus
Salah satu pusat perhatian umata Matius dalam kisah ini ialah iman-kep[ercayaan para majus. Iman itu mereka tampilkan dalam sembah sujud di hadapan Yesus. Mereka melakukan itu terhadap Yesus yang masih anak. Para rasul dan pengikut Yesus melakukannya baru menjelang Yesus naik ke surga (Mat 28:19).
Sebelum melepaskan para majus, Herodes menyatakan niatnya untuk menyembah Yesus pula, tetapi pada waktu menyampaikan niat itu ia sesungguhnya sudah menyusun rencana untuk membunuh-Nya. Para imam kepala dan ahli-ahli Taurat yang dihimpun oleh Herodes, pandai berbicara tentang Mesias. Tetapi mereka bicara saja dan tidak pernah mengakui Yesus. Mereka sibuk dengan Kitab Suci, tetapi tidak bergerak. Agama mereka mati, sebab tidak mampu menggerakkan mereka.
Agama para majus dari Timur tidak jelas. Namun, mereka beriman, sebab mereka mengandalkan bimbingan Tuhan dalam perjalanan, dan setelah menumpai Yesus, mereka tidak ragu-ragu menyembah-Nya.

7) Pembagian teks ini
Kisah ini dapat dibagi menjadi lima:

2:1-2 [Ayat pembuka] Para majus mempertanyakan tempat lahirnya raja;
2:3-6 Herodes mempertanyakan tempat lahirnya Kristus;
2:7-8 Herodes mempertanyakan waktu munculnya bintang, lalu memberi petunjuk
kepada para majus.
2:9-11 Para majus menemukan dan menyembah Kristus;
2:12 [Ayat penutup] Para majus kembali ke negerinya.