13. Pemecahan konflik (1:20-23)

Hal itu terjadi – 1:22 – Aslinya: semuanya itu terjadi.
Isi ayat ini bukan lanjutan bicara Malaikat Tuhan, melainkan ungkapan keyakinan Matius sendiri. Isinya mengacu kepada ayat 18-21. Ungkapan yang sama muncul dalam 21:4.

Supaya digenapi – 1:22
Rumusan ini atau yang serupa dipakai oleh Matius setiap kali ia mengutip nas PL. Ada hal-hal tertentu yang perlu digenapi, supaya rencana Allah terlaksana sesuai dengan yang dinubuatkan oleh para nabi PL.
Nas-nas PL yang dikutip oleh Matius, tidak pernah persis sama dengan teks dalam bahasa Ibraninya, melainkan lebih-lebih semacam parafrase. Pada waktu kitab-kitab Injil disusun, belum ada edisi resmi PL, sehingga banyak ayat dikutip sejauh diingat saja, dan ada pula yang disesuaikan oleh penulis dengan keyakinannya. Keyakinan penulis itulah yang perlu diselidiki, bukan tepat tidaknya ayat yang dikutipnya!
Melalui kutipan-kutipan itu Matius menegaskan kesinambungan antara masa lampau dengan masa Yesus.

Difirmankan Tuhan melalui nabi – 1:22
Inilah “kutipan penggenapan” pertama yang dalam Injil Matius berperan sebagai sarana pengartian peristiwa-peristiwa terpenting dalam kehidupan Yesus (Kutipan penggenapan lain dalam Matius muncul dalam: 2:15.17-18.23; 4:14-15; 8:17; 12:17-21; 13:14-15.35; 21:4-5; 27:9-10).
Peranan utama para nabi ialah menyampaikan sabda Tuhan yang “dititipkan” Tuhan kepada mereka. Nabi bukan peramal masa depan, melainkan pertama-tama juru bicara Allah yang memberitakan amanat Allah kepada umat-Nya.
Di sini Matius tidak menyebut nama Nabi Yesaya yang dikutipnya, tetapi di tempat lain ia menyebutnya dengan jelas (Mat 3:3; 4:14; 8:17; 12:17; 13:14; juga 13:35).

Leave a Reply