12. Pemecahan konflik (1:20-23)

Ia akan … dan engkau akan … – 1:21
Berita yang disampaikan oleh Malaikat Tuhan (yang dapat dibaca dalam ay 21) dapat diartikan dengan dua cara:

1) Malaikat menyatakan kepada Yosef bahwa Maria mengandung anaknya tanpa kehilangan keperawanannya, sedangkan Yosef diminta memberi nama (=mengakui secara resmi) kepada anak itu;
2) Malaikat menyatakan bahwa biarpun Maria mengandung dari Roh Kudus, Yosef mempunyai peranan yang sangat penting terhadap buah kandungan istrinya, yaitu memasukkan ke dalam garis keturunan Daud dengan memberi nama kepadanya.

Bagian kedua kalimat ini bukan pernyataan tentang apa yang akan terjadi, melainkan perintah yang harus dilaksanakan oleh Yosef.

Engkau akan menamakan Dia Yesus – 1:21
Pemberian nama kepada anak adalah hak utama ayah. Dengan cara itu ia mengakuinya sebagai anaknya sendiri (Kej 17:19; 1Taw 22:9; Yes 8:3). Dengan memberi nama kepada Yesus, Yosef dengan sendirinya mengadopsi-Nya pula.
Nama yang sebelumnya sudah ditentukan oleh Allah mengacu kepada misi yang akan diemban oleh anak yang diberi nama tertentu.
Kata-kata, “Ia akan melahirkan … dan engkau akan menamakan dia” digarisbawahi, sebab merupakan kutipan dari Yes 7:4 versi Yunani (Septuaginta). Fokus perhatian Matius memang tertuju pada pemberian nama Yesus kepada anak Maria.

Yesus – 1:21
Dalam bahasa Ibrani, nama Yesus berbunyi Yesyua (bentuk singkat dari Yehosyua); artinya: “Tuhan menyelamatkan,” atau, “Selamatkanlah, ya Tuhan.”

Akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa … mereka – 1:21
Menurut PL, Allahlah yang menyelamatkan umat-Nya (Hos 1:7). Tetapi dalam Mazmur-mazmur Salomo, yang berasal dari zaman sebelum Kristus (sekitar thn 50 SM), peranan Juru Selamat dikaitkan dengan Mesias, walaupun Mesias itu tentu saja bertindak berdasarkan kuasa Allah. Berdasarkan nama Yesus dan interpretasinya, tidak dapat disimpulkan, bahwa Yesus diberi suatu kuasa ilahi. Namun, nama dan interpretasi itu mengacu kepada suatu keintiman hubungan Yesus dengan Allah, sehingga tidak mengherankan bahwa Ia berkuasa ilahi pula.
Sebagian kalimat ini merupakan kutipan dari Mzm 130:8. Penyelamatan ialah pembebasan dari dosa-dosa, penghapusan dosa dan sekaligus peniadaan segala rintangan yang mengganggu relasi Allah dengan manusia. Hal ini perlu ditegaskan langsung sejak awalnya, sebab menurut pendapat umum Yahudi, Mesias diharapkan sebagai pembebas Israel dari penjajahan Romawi.
Tidak dijelaskan umat manakah yang dimaksudkan di sini. Namun, diyakini bahwa maksudnya “umat Allah,” yaitu bangsa Israel.
Misi Yesus sebagai Juru Selamat diperkenalkan dalam Mat 9:2-6, tetapi khusus lewat darah yang ditumpahkan-Nya demi pengampunan dosa dan yang diterima oleh umat Kristen dalam ekaristi (26:28). Karya ini diteruskan oleh Gereja.

Leave a Reply