Selasa, 9 Maret 2021

B-101 – t Dan 3:25.34-43 – “Lepaskanlah kami sesuai dengan perbuatan-Mu yang ajaib, dan nyatakanlah kemuliaan nama-Mu, ya Tuhan” (ay 43)

AGAMA TANPA UPACARA IBADAT?

  1. Malapetaka pembuangan bangsa Israel ke Babel dapat diartikan sebagai saat hancurnya segala jaminan mereka. Sebab sejak pembuangan, Israel kehilangan negara, nabi-nabi, raja, kenisah, imam, mezbah, peraturan ibadat (ay 38) … pendeknya kehilangan segalanya.
  2. Biarpun demikian, terasa sekali, bahwa Israel mulai membina suatu sikap peribadatan yang sebenarnya, yaitu “jiwa yang remuk redam dan roh yang rendah” (ay 39). Sikap peribadatan ini setaraf dengan persembahan, disukai Allah, biarpun tidak sampai terungkap dalam suatu upacara lahiriah!
  3. Ibadat rohani semacam ini terwujud dalam diri Yesus Kristus di kayu salib. Sikap ini harus dimiliki juga oleh setiap orang Kristen. Upacara-upacara hanya bermakna sejauh mengungkapkan kedalaman hati manusia yang beribadat dalam roh dan kebenaran.

Mat 18:21-35 – “Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu” (ay 35)

1 Comment

Comments are closed.