Minggu, 7 Maret 2021

B-099 – Kel 20:1-17 – “Akulah Tuhan, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan” Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku” (ay 2-3)

ALLAH MEMBERI PERINTAH

  1. Yang secara khusus hendaknya diperhatikan dalam Kesepuluh Firman Allah (Dekalog) ialah perumusannya: “Berbuatlah begini; jangan berbuat begitu.” Bangsa Israel diperlakukan seperti raja taklukan yang tertikat pada penakluknya dengan sebuah kontrak perjanjian. Dalam kontrak tersebut kehendak penakluk diuraikan secara terperinci.
  2. Iman bangsa Israel tidak bercita-cita menciptakan suatu hukum etika yang dapat berlaku untuk segala manusia di segala zaman. Kesepuluh Firman Allah merupakan bagi Israel sebuah sarana yang membantu mereka mengenal kehendak pribadi Allah untuk dapat bersekutu dengan-Nya. Dalam hal inilah terletak intisari Kesepuluh Firman Allah yang tercantum dalam Alkitab. Dan tidak pentinglah bahwa kebanyakan perintah yang disebut dalam Dekalog, dikenal oleh bangsa-bangsa lain di luar bangsa Israel juga.
  3. Demikianpun halnya dengan keorisinilan ajaran moral Kristen. Perintah Allah yang dinyatakan dalam Yesus Kristus adalah perintah kasih. Perintah itu harus dilihat sebagai firman Allah yang ditujukan kepada “aku” terdalam setiap manusia. Firman itu tidak mungkin tumbuh berkembang, selain dalam iklim perjanjian dan persekutuan dengan Allah.

Yoh 2:13-25 – “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku” (ay 17)