Sabtu, 27 Pebruari 2021

B-091 – Ul 26:16-19 – “Engkau akan menjadi umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu, seperti yang dijanjikan-Nya” (ay 19)

ALLAH TIDAK MENYELAMATKAN MANUSIA TANPA MANUSIA

  1. Peringatan tentang perjanjian ini menegaskan perlunya kerja sama manusia dengan Allah yang memprakarsai keselamatannya.
  2. Dalam tradisi-tradisi alkitabiah yang berasal dari zaman terdahuu, perjanjian digambarkan sebagai suatu keputusan Allah yang sepihak saja. Dalam kitab Ulangan, yang lebih peka terhadap segi keagamaan perjanjian, ditekankan, bahwa perjanjian adalah sebuah kontrak yang menyangkut dua belah pihak serta suatu keterlibatan timbal balik dua pihak yang sama-sama merdeka. Allah mengakui kedudukan umat-Nya, tetapi umat pun harus mengakui kedudukan Allah.
  3. Gagasan ini memang agak berbahaya dan ternyata akan menjadi tanah subur bagi tumbuhnya sikap kemunafikan. Namun tetaplah benar juga, bahwa Allah tidak menyelamatkan manusia tanpa manusia dan tanpa kesetiaannya yang total pada kedaan manusiawinya. Dalam arti ini gagasan ini merupakan langkah maju dalam persiapan bangsa akan peristiwa penjelmaan Tuhan.

Mat 5:43-48 – “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna” (ay 48)