Minggu, 21 Pebruari 2021

B-085 – Kej 9:8-15 – “Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi” (ay 11)

AIR BAH, TITIK TOLAK KEHIDUPAN BARU

  1. Banyak agama dunia kuno mengenal cerita tentang suatu air bah, yang sebenarnya dikehendaki para dewa, guna menghancurkan umat manusia yang suka memberontah terhadap mereka. Akan tetapi hanya kisah tentang air bah yang tercantum dalam Alkitab menggambarkan Allah sebagai pribadi penuh kasih sayang. Allah membaharui apa yang telah dihancurkan air bah dan Ia sendiri membangun suatu umat manusia yang baru. Dengan umat manusia itu Allah mengadakan perjanjian, sehingga antara keduanya terjalinlah persekutuan timbal balik. Hanya Yahwe dan bukan dewa-dewa sanggup berjanji, bahwa air bah tidak akan terulang lagi. Sebab Yahwe adalah Allah yang esa. Ia mengetahui dan memiliki segala sarana yang dapat menjamin stabilitas karya-Nya serta mematangkannya dalam iklim kasih yang sejati.
  2. Di manakah manusia yang memandang bencana-bencana alam serta segala macam kegagalan yang hebat sebagai titik tolak buatu suatu pembaharuan dan sebagai kesempatan untuk memperi pengampunan?

Mrk 1:12-15 – “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” (ay 15)

Leave a Reply