Jumat, 19 Pebruari 2021

B-083 – Yes 58:1-9a – “Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, … (ay 6-7)

BERPUASA YANG BERPEDOMAN KASIH DAN KEADILAN

  1. Sambil mengecam formalisme peribadatan yang terus-menerus tumbuh kembali di kalangan bangsa Israel, khususnya puasa yang bagi sementara orang menjadi kesempatan untuk memamerkan kesalehan pribadi yang tidak berlandaskan kenyataan (ay 5), nabi berseru, supaya bangsanya melaksanakan puasa yang diperkenan Allah. Yaitu supaya mereka menegakkan keadilan di mana saja keadilan itu diinjak-injak dan diperolok-olok (ay 6-7.9-10). Puasa semacam ini membawa manusia masuk ke dalam persekutuan dengan Allah (aay 9) serta mempesiapkan akhir zaman (ay 10-12), sama seperti hari Sabat yang dihayati dan dirayakan dengan semangat yang sama (ay 13-14).
  2. Yang sungguh-sungguh penting dalam puasa, bukannya pengurangan jatah makanan, melainkan usaha serius, yang dijiwai iman sejati, untuk berbakti kepada Allah dan manusia secara lebih nyata.

Mat 9:14-15 – “Waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa” (ay 15)

Leave a Reply