Senin, 15 Pebruari 2021

B-079 – Kej 4:1-15.25 – “Tuhan mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya” (ay 4-5)

IBADAT DAN ANEKA RAGAM KEBUDAYAAN

  1. Para tetangga orang-orang Ibrani, yaitu suku Kain, memelihara sebuah tradisi lisan mengenai moyangnya, yang konon bernama Kain. Mengingat seringnya hubungan antara kedua tetangga itu, tidak perlu kita heran, bahwa dalam Alkitab pun termaktub beberapa unsur dari tradisi tersebut. Akan tetapi sewaktu orang-orang Ibrani masih belum berhasil mengembangkan cara hidup lain dan masih tetap mengembara sebagai suku Badui, suku Iain sudah maju selangkah. Mereka mulai menetap di wilayah tertentu, bekerja sebagai petani dan sibuk melatih diri dalam bidang pertukangan. Kain adalah petani, sedangkan Habel adalah gembala ternak.
  2. Dengan memuji-muji persembahan yang dikorbankan Habel, penyusun kisah ini memihak pada cara hidup para Badui. Ia seolah-olah ingin berkata: Semua malapetaka bersumber pada cara hidup menetap di suatu daerah.
  3. Secara spirituil pendapat ini dapat dibenarkan. Iman sama sekali tidak berkembang, bila manusia memiliki terlalu banyak sarana yang menjamin masa depannya.

Mrk 8:11-13 – “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda” (ay 12)

Leave a Reply