Senin, 25 Januari 2021

Bertobatnya St. Paulus, Rasul

B-058 – Kis 9:1-20 – “Akulah Yesus yang kauaniaya itu” (ay 4)

PERTOBATAN YANG TIDAK DAPAT DITAWAR-TAWAR

  1. Lukas, yang pada umumnya mengungkapkan gagasannya secara singkat, berpendapat bahwa pertobatan Paulus di perjalanan menuju Damsyik sebaiknya diceritakannya sebanyak tiga kali. Lukas memang harus membuktikan panggilan kerasulan Paulus. Hal ini penting, sebab Paulus tidak termasuk kelompok kedua belas rasul dan tidak pernah mengenal Yesus.
  2. Dalam cerita ini digambarkan, bahw Paulus melihat Yesus yang bangkit, sama seperti kedua belas rasul lainnya dan bahwa Tuhan Yesus mengutus dia sebagai pewarta, sama seperti halnya dengan rasul-rasul lain. Setelah dipenuihi Roh Kudus, sama seperti kedua belas rasul pada hari raya Pentakosta, Paulus segera, seperti mereka itu, berniat memberitakan Injil (ay 20). Penderitaan yang akan dialaminya (ay 16) akan membenarkan misinya.
  3. Akan tetapi untuk menjadi rasul sedemikian, terlebih dahulu Paulus harus bertobat. Artinya ia harus mengakui, bahwa kemuliaan Allah menjadi milik Kristtus serta menyadari, bahwa Kristus itu hadir dalam diri pengikut-pengikut-Nya yang sebelumnya dianiaya olehnya.

Mrk 16:15-18 – “Setiap orang yang menceraikan isterinya, lalu kawin dengan perempuanlain, ia berbuat zinah” (ay 18)