41. Faustina dalam biara Bunda Allah Kerahiman

  1. Ketika berumur 7 tahun, Faustina sudah mengalami panggilan dari Allah untuk masuk biara (BHF 7). Ia begitu bersemangat dan menggebu menanggapi panggilan tersebut, tetapi ditolak orang tuanya (8). Tanggal 1 Agustus 1925 diterima dalam biara Bunda Allah Kerahiman (17). Tetapi baru tiga pekan dalam biara, Faustina sudah merasa tidak krasan dan ingin pindah. Alasannya, “sedikit waktu untuk berdoa” (18). Yesus menegor dan mengingatkan, “Ke tempat inilah Aku memanggilmu, bukan ke tempat lain, dan Aku telah mempersiapkan banyak rahmat bagimu” (19). Ada pertentangan antara kehendak pribadi dan kehendak Allah.
  2. Pekerjaan harian
    Dari pekerjaan para suster, yang kita ketahui, kita membayangkan suster kepala sekolah, direktur rumah sakit, ketua yayasan. Mungkinkah pekerjaan itu diemban oleh Sr. Faustina? Tidak mungkin karena sekolah Faustina hanya sampai klas 3 SD, lagi pula ia sakit-sakitan. Pekerjaan yang cocok untuk Sr. Faustina, antara lain bekerja di dapur (65). Ia mengalami banyak kesulitan ketika harus mengangkat panci yang berat penuh kentang dan air panas. Sr. Faustina juga bekerja di kebun dan portir. “Aku dipidahkan dari kebun ke padang gurun, yakni ke pintu gerbang” (1267).
  3. Pekerjaan yang merendahkan
    Faustina menulis: “Setiap suster hendaknya senang kalau diberi beberapa pekerjaan yang merendahkan atau yang bertentangan dengan kodratnya karena semua itu akan sangat membantu pembinaan batinnya” (549).
  4. Doa dan kerja
    “Aku tidak akan membiarkan diriku diserap oleh kesibukan kerja sampai melupakan Allah. Aku akan menggunakan semua waktu luangku di kaki Sang Guru yang tersembunyi di dalam Sakramen Mahakudus. Ia telah menuntun aku sejak tahun-tahunku yang paling muda” (82).

Pertanyaan:

  1. Apakah aku kesal kalau harus mengerjakan pekerjaan yang kuanggap rendah dan membosankan?
  2. Seberapa besar porsi/waktu untuk berdoa di tengah-tengah kesibukan bekeja rutin harianku?
  3. Dari tulisan 41, mana unsur-unsur berjaga-jaga dan menyiapkan “Kematian yang Bahagia?”

Leave a Reply