Kamis, 14 Januari 2021

B-047 – Ibr 3:7-14 – “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman” (ay 15)

UNTUK MASA PENUH KEMALANGAN

  1. Orang-orang Kristen asal Yahudi, penerima-penerima surat ini, hidup dalam keadaan serupa dengan keadaan bangsa Israel di padang gurun (ay 8). Mereka terpaksa meninggalkan Yerusalem, kota yang suci, untuk melarikan diri terhadap penganiayaan. Mereka tersebar di negara-negara asing. Karena kepahitan hidup, mereka cenderung untuk “bersungut-sungut.” Beberapa orang jahat (ay 12) menghasut saudara-saudaranya untuk kembali menganut agama Yahudi serta mencari perlindungan dalam Bait Allah dan dalam kota-Nya yang suci.
  2. Dalam bagian selanjutnya surat ini, pengarang mencoba meyakinkan orang-orang Kristen di perantauan itu, bahwa mencari perlindungan yang dianjurkan oleh sekelomo[k pengacau itu, sama dengan berusaha menangkap angin. Sebab ibadat sejati tidak berlangsung di dalam Bait Allah melainkan dalam diri Yesus Kristus, imam sejati yang tunggal (a 14).
  3. Bukankah dewasa ini pun orang-orang Kristen tertentu bersungut-sungut melihat krisis yang melanda Gereja?

Mrk 1:40-45 – “Aku mau, jadilah engkau tahir” (ay 41)

Leave a Reply