Jumat, 20 Nop 20

St. Feliks, St. Edmund

A-355 – Why 10:8-11 – “Ambillah dan makanlah gulungan kitab itu; ia akan membuat perutmu terasa pahit, tetapi di dalam mulutmu ia akan terasa manis seperti madu” (ay 9)

BELAJAR MEMBACA SEJARAH

  1. Di waktu berlangsungnya salah satu penglihatannya, rasul Yohanes harus “memakan” (ay 10) kitab nubuat-nubuat Perjanjian Lama, sebelum ia menemukan di dalamnya arti yang dapat menjelaskan masa sekarang.
  2. Jelas sekali, bahwa masa sekarang tidak ditentukan dalam kitab-kitab kuno bagaikan sebuah takdir yang tidak terelakkan. Kitab Suci tidak disusun dengan maksud, untuk dari jauh hari menentukan jalannya segala peristiwa. Namun Kitab Suci membiasakan hati manusia untuk menafsirkan sejarah sebagai hasil pertemuan antar dua pribadi yang merdeka, yaitu Allah dan manusia. Kitab Suci membantu menemukan dan memberitahukan arti mendalam kehadiran Allah dan peristiwa-peristiwa yang dialami manusia.

Luk 19:45-48 – “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun” (ay 46)