Senin, 26 Oktober 2020; St. Lucianus dan St. Marcianus

A-330 – Ef 4:32-5:8 – “Percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut saja pun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus” (ay 3)

MAKNA KEHIDUPAN SEKSUAL

  1. Dengan mengasihi dan mengampuni, manusia menuruti Allah sendiri (ay 1) serta mengambil bagian dalam salib Kristus (ay 2). Justru kasih merupakan batu ujian bagi setiap kenyataan hidup.
  2. Bila kehidupan seksual melayani kasih dan tidak menjadi suatu kekuatan yang berdiri sendiri secara otonom, maka ia membantu manusia menuruti Allah dan bersatu dengan Kristus. Akan tetapi, bila kehidupan seksual dijalani demi seks semata-mata (ay 3.5), maka ia bercampur dengan egoisme dan nafsu liar, lalu menjadi sarana yang ampuh untuk menguasai pribadi lain dan menghancurkan pribadi sendiri.

Luk 13:10-17 – “Hai ibu, penyakitmu telah sembuh” (ay 12)