Minggu, 25 Otober 2020; St. Margareha, St. Gaudensius, St. Krisantus

A-329 – Kel 22:21-27 – “Seorang janda atau anak yatim janganlah kamu tindas” (ay 22)

HUKUM SOSIAL

  1. Kegoncangan-kegoncangan di bidang ekonomi, yang terjadi pada abad ke-8 sebelum Masehi, berakibat berat bagi kehidupan masyarakakt. Dalam sistem ekonomi kota, orang yang menyendiri, tidak dapat mempertahankan hidupnya. Orang tidak bisa juga menggantungkan kehidupannya pada kekayaan marga saja. Dalam keadaan demikian malanglah nasib orang-orang asing, para janda, para yatim. Mereka itu dan semua orang yang hidup serupa, terancam bahaya mati kelaparan. Tidak seorang pun yang risau akan masa depan mereka itu dan tidak seorang pun yang berniat membantu mereka itu.
  2. Sadar akan keadaan yang gawat ini, para nabi semakin sering memprakarsai pengumpulan dana sosial bagi golongan yang berada dalam bahaya tersebut. Teks ini merupakan suatu percobaan perundang-undangan dalam bidang sosial.
  3. Biarpun agama Kristen ada di bumi ini selama 20 abad lamanya, namun bidang ini masih belum terurus dengan semestinya. Masih banyak sekali hal yang dapat diusahakan. Dari cara pengaturan bantuan sosial selama ini, dapat diambil keseimpulan, bahwa manusia tidak dengan sendirinya menaruh perhatian pada sesamanya.

Mat 22:34-40 – “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. … Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (ay 37.39)