Jumat, 23 Oktober 2020; St. Yohanes Kapestrano

A-327 – Ef 4:1-6 – “Berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera” (ay 3)

KESATUAN DALAM KEANEKARAGAMAN

  1. Dari suasana seluruh surat Paulus ini dapat dirasakan, bahwa jemaat Kristen di Efesus tertimpa bencana perpecahan. Ada obat untuk menyembuhkannya – kata Paulus. Lalu Paulus berseru, supaya orang-orang Kristen di Efesus saling mengasihi. Kasih yang diharapkannya, diungkapkan Paulus dalam istilah-istilah yang amat konkret: “Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu …” (ay 2).
  2. Manjurkah obat ini? Ya – jawab Paulus – sebab kesatuan yang perlu diwujudkan, sebenarnya sudah ada. Kesatuan itu malahan sudah diberikan kepada kita, yaitu kesatuan Roh Allah (ay 3). Secara lebih terperinci kesatuan itu sama dengan yang terdapat dalam Allah Tritunggal, yaitu kesatuan yang terdapat dalam keanekaragaman pribadi-pribadi Tuhan. Bila kesatuan manusia bersumberkan kesatuan ilahi itu, mengapakah kehidupan orang-orang beriman belum juga mampu memproyeksikan kesatuan tersebut?

Luk 12:54-59 – “Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?” (ay 56)