Kamis, 24 September 2020

St. Gerardus

A-298 – Pengkhotbah 1:2-11 – “Segala sesuatu adalah sia-sia” (ay 2)

BICARA TANPA ALLAH

  1. Pengkhotbah mengenal kebahagiaan dan kemakmuran, tetapi ia menilainya sebagai kesia-siaan (ay 2). Di bumi ini segala sesuatu silih berganti dan terus-menerus terulang bagaikan semacam rangkaian peristiwa yang menyedihkan dan membosankan (ay 4-9). Bila manusia menyangka, bahwa di bumi sekali waktu terjadi sesuatu yang baru, maka bukannya demikianlah kenyataannya. Manusia itu lemah ingatannya. Maka ia tidak mengingat, bahwa yang ‘baru’ itu, sebenarnya sama dengan yang terjadi dahulu (ay 10-11). Sadar akan keadaan yang menyedihkan ini, Pengkhotbah tidak mau melepaskan kecemasannya dengan mencari perlindungan pada Allah. Itu terlalu mudah menurut dia.
  2. Memang, tinggal satu cara untuk mengatasi kecemasan tersebut, yaitu: Semoga Allah sendiri melalui Yesus Kristus datang mengambil bagian dalam keadaan yang mencemaskan ini dan menanggung kesia-siaan hidup di bumi ini dengan sepenuh-penuhnya.
  3. Bagiku, apakah segala sesuatu itu kesia-siaan?

Bac Injil – Luk 9:7-9 – “Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapakah gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?” (ay 9)