Minggu, 20 September 2020

St. Andreas Kim Taegon

A-294 – Yes 55:6-9 – “Rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku” (ay 8)

DEKATNYA ALLAH DENGAN MANUSIA

  1. Allah sejarah adalah pribadi lain daripada yang lain. Namun sekaligus Ia adalah pribadi yang sangat dekat dengan manusia. Ia menuntun kejadian-kejadian sejarah supaya rencana-Nya terwujud. Namun Ia juga membutuhkan manusia dan mengharapkan pertobatannya.
  2. Timbul pertanyaan: Bagaimana mungkin Allah mengampuni kesalahan-kesalahan manusia yang tidak terhitung jumlahnya itu? Pertanyaan ini dijawab oleh nabi begini: Salah satu tanda transendensi Allah ialah, bahwa pikiran dan jalan-Nya tidak sama dengan pikiran dan jalan manusia (ay 8-9). Sewaktu manusia berpikir, bahwa dosanya terlampau besar untuk dapat diampuni, nabi berkata, “Ia memberi pengampunan dengan limpahnya” (ay 7) dan menjadikan pendosa yang paling jahat sekali pun seorang yang bertobat. Sudahkan aku bertobat?

Bac Injil – Mat 20:1-16 – “Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir” (ay 16)