Selasa, 7 Juli 2020

A-220 – Hos 8:4-7.11-13 – “Sungguh, Efraim telah memperbanyak mezbah; mezbah-mezbah itu menjadikan mereka berdosa” (ay 11)

AGAMA-AGAMA HARUS SALING BERTEMU DAN BEKERJASAMA

  1. Berabad-abad lamanya agama Yahudi hidup dalam kerjasama dengan agama-agama kafir. Hosea adalah nabi pertama, yang secara langung mulai menyerang penyembahan berhala. Ia ingin melindungi kemurnian kepercayaan kepada Yahwe yang monoteis itu. Nabi berjuang keras sekali, sebab ke dalam agama kepada Yahwe telah menyusup sejumlah praktek agama kafir. Orang-orang Yahudi mulai mengangkat sebagai imam orang-orang yang mula-mulanya sebagai imam dewa Baal dan menyelenggarakan ibadatnya di perbukitan.
  2. Pertanyaannya: Apakah untuk membarui dan menyucikan iman-kepercayaan, perlu terlebih dahulu menghancurkan agama-agama asli Kanaan? Kebanyakan orang, termasuk orang Kristen, akan menjawab perlu.
  3. Zaman sekarang situasinya telah berubah. Sejak Konsili Vatikan II, Gereja menghapus jargon “di luar Gereja Katolik tidak ada keselamatan.” Kini Gereja menghendaki supaya setiap agama berkembang sebaik-baiknya, sesuai dengan tujuannya. Kiranya inilah cara yang paling tepat, supaya semua agama akhirnya saling brtemu dalam diri Yesus Kristus.

Bac Injil – Mat 9:32-38 – “Mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala” (ay 36)