Senin, 6 Juli 2020

A-219 – Hos 2:13-22 – “Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya” (ay 18)

KEMBALI KE PADANG GURUN

  1. Hosea hidup dalam abad ke-8 SM. Ia tinggal dalam kerajaan Israel, di Utara Palestina, tidak lama sebelum kerajaan itu menghilang dari sejarah. Nabi melihat, bahwa di mana-mana bermunculanlah ibadat-ibadat kafir, dengan menyembah dewa Baal. Dengan mata kepala sendiri nabi melihat tanda-tanda kemerosotan bangsanya. Menurut dia satu-satunya obat yang dapat menyembuhkan keadaan itu ialah kembali kepada monoteisme yang ketat.
  2. Dijiwai keyakinan ini, Hosea mulai bernubuat tentang zaman yang baru. Pada zaman itu Yahwe akan membawa mempelainya, yang tidak setia itu, ke padang gurun, supaya di tempat yang sunyi itu ia kembali bersikap seperti sedia kala, yaitu siap menerima kekasihnya (ay 16-17).
  3. Mempelai wanita itu (:Israel) tentu akan diterima kembali oleh Yahwe. Kali ini untuk selama-lamanya, dengan penuh kemesraan yang patut ditunjukkan mempelai pria kepada isteri (ay 21). Juga akan diadakan penukaran hadiah (ay 21-22): Allah akan memberikan keadilan, kebenaran, kesetiaan dan kasih sayang, sedangkan Israel, mempelai itu, akan semakin berakar dalam pengenalan Allah.
  4. Dalam situasi batin dan hidup rohani yang berantakan, kita perlu memasuki “padang gurun” untuk berjumpa dengan Mempelai yang sudah kita tinggalkan.

Bac INjil – Mat 9:18-26 – “Teguhkanlah hatimu hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau” (ay 22)